Minggu, 29 Nov 2020 13:00 WIB

5 Ciri Fisik Tidak Perawan yang Masih Dipercaya, Padahal Hoax!

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi vagina Mitos-mitos keperawanan masih banyak dipercaya (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Belum lama ini, klinik medis di Inggris menuai kontroversi karena menyediakan layanan untuk tes keperawanan. Tes tersebut pun melibatkan pemeriksaan guna memastikan selaput dara masih utuh atau tidak.

Berbagai layanan untuk tes keperawanan tersebut disediakan dengan harga yang bervariasi, antara 150-300 pound atau setara dengan RP 2,8 juta hingga Rp 5,6 juta.

Adanya layanan tes keperawanan tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebutnya sebagai suatu pelanggaran hak asasi manusia dan memintanya untuk dilarang.

Para pakar juga menyebutnya tidak ilmiah dan menjurus pada pelecehan.

Perihal keperawanan pada wanita, masih banyak masyarakat melakukannya dengan menebak-nebak mana wanita yang masih perawan atau tidak dengan cara melihat kondisi fisik mereka.

Berikut beberapa mitos ciri fisik yang diisukan dimiliki oleh wanita 'tidak perawan' dan masih banyak dipercaya.

1. Urine terlihat lebih jernih

Warna urine ditentukan oleh banyaknya asupan air yang diterima oleh tubuh. Semakin banyak air yang kita diminum maka makin jernih urinenya. Sedangkan jika warnanya keruh berarti seseorang kurang minum atau memiliki penyakit tertentu seperti infeksi kandung kemih.

2. Jalan mengangkang tanda tidak perawan

Bagaimana bisa cara jalan seorang wanita menandakan keperawanan? Hal tersebut sama sekali tidak ada keterkaitannya sama sekali. Cara berjalan seseorang dipengaruhi oleh pertumbuhan dan perkembangan fisiknya seperti lebar tulang panggul dan lemak di sekitar paha.

3. Tidak berdarah saat pertama kali berhubungan seks

Masih banyak sekali masyarakat yang menganggap ukuran keperawanan hanya bisa dilihat dari selaput dara saja. Tidak berdarah saat berhubungan seks tandanya tidak perawan. Perlu diketahui, ada banyak penyebab sekali yang bisa membuat selaput dara robek seperti kecelakaan atau olahraga tertentu.

4. Ukuran payudara yang tiba-tiba membesar

Payudara yang tiba-tiba membesar sering dikaitkan dengan ketidakperawanan pada wanita. Padahal payudara seseorang memang bisa membesar terlebih ketika perempuan sedang dalam masa pertumbuhan atau ketika terkena rangsangan.

5. Malam pertama tidak merasakan sakit

Pasti sudah sering mendengar jika saat melakukan hubungan seksual pertama kali wanita akan merasakan sakit. Rasa sakit ini biasanya disebabkan oleh robeknya selaput dara.
Namun, ternyata hal ini tidak dirasakan oleh semua wanita lho, karena setiap wanita kadar sakitnya berbeda-beda. Hal ini tergantung pinggul dan ukuran alat vitalnya.



Simak Video "Kecaman Terhadap Layanan Tes Keperawanan di Inggris"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)