Senin, 30 Nov 2020 05:45 WIB

Round Up

Ini Penyebab Lonjakan COVID-19 di Jateng Tembus 2.000 Kasus

Tim detikHealth - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Rekor baru penambahan jumlah kasus COVID-19 sebanyak 6.267 kasus terpecahkan pada Minggu (29/11/2020). Jawa Tengah mencatatkan penambahan kasus terbanyak yakni 2.036 kasus, mengguli DKI Jakarta dengan 1.431 kasus.

Lonjakan kasus di Jawa Tengah hingga di atas 2 ribu kasus dalam sehari disebut karena jumlah tes yang makin masif. Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengungkap hal itu saat dikonfirmasi.

"Tes kita minggu ini meningkat, konsekuensinya temuannya banyak, 90 persen OTG," kata Yulianto saat dikonfirmasi, Minggu (29/11/2020).

Selain mencatatkan jumlah kasus harian terbanyak, Jawa Tengah juga membukukan jumlah kematian paling tinggi yakni 73 kasus. Di urutan kedua, Jawa Timur mencatatkan 29 kasus kematian dan di urutan ketiga ada DKI Jakarta dengan 19 kasus kematian COVID-19.

Meski bukan yang paling tinggi, Jawa Tengah juga masuk 3 besar jumlah pasien sembuh. Terbanyak dari DKI Jakarta sebanyak 814 kasus, disusul Jawa Barat dengan 770 kasus, dan Jawa Tengah dengan 760 kasus.

Sementara itu, 5 provinsi tertinggi kasus Corona positif akumulatif ada di beberapa wilayah sebagai berikut:

  • DKI Jakarta: 135.762 kasus
  • Jawa Timur: 61.483 kasus
  • Jawa Tengah: 54.997 kasus
  • Jawa Barat: 51.776 kasus
  • Sulawesi Selatan: 20.552 kasus

Secara nasional juga tercatat 3 kali rekor penambahan kasus harian COVID-19 terpecahkan dalam sepekan terakhir. Detail perkembangannya adalah sebagai berikut.

  • 29 November: Rekor! 6.267 kasus dari 42.903 spesimen yang diperiksa
  • 28 November: 5.418 kasus dari 46.574 spesimen yang diperiksa
  • 27 November: Rekor! 5.838 kasus dari 48.823 spesimen yang diperiksa
  • 26 November: 4.917 kasus dari 51.471 spesimen yang diperiksa
  • 25 November: Rekor! 5.534 kasus dari 45.330 spesimen yang diperiksa
  • 24 November: 4.192 kasus dari 39.971 spesimen yang diperiksa
  • 23 November: 4.442 kasus dari 40.083 spesimen yang diperiksa

Detail penambahan kasus pada Minggu (29/11/2020) bisa disimak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]