Senin, 30 Nov 2020 06:50 WIB

Tak Hanya Anosmia, Sensasi Aneh di Hidung Juga Menandakan Gejala COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Stinky. Closeup portrait headshot woman pinches nose with fingers hands looks with disgust something stinks bad smell situation isolated on gray wall background. Face expression body language reaction Anosmia atau tidak bisa mencium bau (Foto: iStock)
Jakarta -

Kehilangan penciuman atau anosmia telah diakui sebagai salah satu gejala virus Corona COVID-19. Namun nyatanya anosmia bukan satu-satunya prediktor infeksi virus Corona COVID-19 yang bermula dari hidung.

Dikutip dari laman Express, tim peneliti dari Universitas Barcelona mengkonfirmasi bahwa salah satu rute masuk SARS-CoV-2 adalah melalui epitel hidung. Dengan begitu, mereka menyelidiki apakah orang yang terinfeksi mengalami gangguan hidung lain.

Dalam studi tersebut, para peneliti menilai 35 pasien dengan COVID-19 dan kelompok kontrol yang cocok dalam jenis kelamin dan usia.

Menggunakan survei, para peneliti menanyakan apakah peserta yang terkonfirmasi COVID-19 mengalami gejala hidung seperti kekeringan yang berlebihan atau sensasi yang mirip dengan saat seseorang melakukan irigasi hidung.

Lebih dari 68 persen pasien melaporkan setidaknya satu gejala hidung dalam penelitian tersebut. Mereka mengalami sensasi aneh di hidung dan hidung kering. Selain itu, 52 persen dari kelompok klinis lainnya melaporkan sensasi konstan seperti sedang melakukan irigasi hidung.

Mengenal Anosmia, Gejala COVID-19 yang Bikin Susah Cium BauMengenal Anosmia, Gejala COVID-19 yang Bikin Susah Cium Bau Foto: infografis detikHealth

Para peneliti mencatat gejala hidung sebagian besar terjadi bersamaan dengan anosmia dan hiposmia.Hiposmia adalah berkurangnya kemampuan untuk mencium. Gejala hidung juga muncul bersamaan dengan ageusia atau hilangnya perasa.

Ageusia adalah gejala utama lain yang dikenali oleh National health Service Inggris untuk mengindikasikan infeksi COVID-19. Gejala hidung juga dilaporkan bersamaan dengan hipogeusia, yaitu berkurangnya kemampuan untuk mengecap.

Untuk menyederhanakan, gejala hidung seperti sensasi aneh di hidung terjadi bersamaan dengan anosmia, hiposmia, ageusia, dan hypogeusia.

Gangguan hidung ini muncul terutama sebelum atau selama kemunculan gejala COVID-19 lainnya. Rata-rata, gejala hidung berlangsung selama 12 hari.

"Adanya gejala pada hidung ini dan kemunculannya di awal, berpotensi memfasilitasi diagnosis awal COVID-19," catat para peneliti.

Harus dicatat bahwa studi ini diterbitkan sebagai makalah penelitian pra-cetak. Artinya, penelitian ini belum melakukan peer-review dan belum ditinjau berbagai pakar atau rekan sejawat.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)