Selasa, 01 Des 2020 12:33 WIB

Kim Jong Un Disebut Sudah Disuntik Vaksin COVID-19 China

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
FILE - In this Nov. 15, 2020, file photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un attends a meeting of the ruling Workers Party Politburo in Pyongyang, North Korea. Kim ordered at least two people executed, banned fishing at sea and locked down capital Pyongyang as part of frantic efforts to guard against the coronavirus and its economic damage, South Korea’s spy agency told lawmakers Friday, Nov. 27, 2020.(Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File) Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut telah mendapatkan vaksin virus Corona eksperimental buatan China. Tak hanya Kim Jong Un, keluarganya pun disebut sudah dapat vaksin COVID-19.

Hal ini disampaikan oleh seorang analisis Amerika Serikat dari lembaga Center for the National Interest di Washington, Harry Kazianis, mengutip dua sumber intelijen Jepang, yang tak disebutkan namanya. Beberapa pejabat Korut juga dikatakan telah divaksinasi.

Hanya saja belum jelas nama perusahaan yang memasok vaksin COVID-19 ke Kim Jong Un.

"Kim Jong Un dan beberapa pejabat tinggi lainya dalam keluarga dan jaringan kepemimpinan telah divaksinasi Corona dalam dua-tiga minggu terakhir oleh kandidat vaksin yang disediakan pemerintah China," tulis Kazianis dalam sebuah artikel untuk outlet online 19FortyFive, dikutip dari Reuters, Selasa (1/12/2020).

Korea Utara sendiri sampai saat ini belum mengonfirmasi adanya infeksi virus Corona, tetapi Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengatakan wabah di sana tidak dapat dikesampingkan, sebab negara itu memiliki hubungan perdagangan dan pertukaran yang erat dengan China, ketika awal pandemi di akhir Januari 2020, saat COVID-19 pertama kali menyebar di Wuhan.

Microsoft mengatakan bulan lalu bahwa dua kelompok peretas Korea Utara telah mencoba masuk ke jaringan pengembang vaksin di banyak negara, tanpa menentukan perusahaan yang menjadi target. Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa mereka termasuk pembuat obat Inggris, AstraZeneca.

NIS mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah menggagalkan upaya Korea Utara untuk meretas pembuat vaksin COVID-19 Korea Selatan.

Sebelumnya, ada tiga perusahaan China yang paling menonjol dalam pengembangan vaksin corona. Termasuk Sinovac Biotech Ltd, CanSinoBio, dan Sinophram Group. Sinophram mengatakan vaksin buatannya telah digunakan oleh hampir satu juta orang di China.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)
e-Life
×
Kenapa Kau Paksa Aku Aborsi, Sayang?
Kenapa Kau Paksa Aku Aborsi, Sayang? Selengkapnya