Selasa, 01 Des 2020 14:07 WIB

Pakar Sebut Rantai Distribusi Vaksin Telah Siap hingga Pelosok Negeri

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Dibutuhkan untuk Vaksin COVID-19, Darah Kepiting Tapal Kuda Harganya Rp 844 Juta Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Pakar Imunisasi dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH mengatakan vaksin merupakan produk biologis yang memiliki kerentanan pada perubahan suhu. Oleh karena itu, vaksin perlu tersimpan pada suhu 2-8 derajat celcius dan tetap terjaga dari pabrik sampai ke puskesmas.

Menurutnya, proses menjaga suhu vaksin dalam kondisi ideal dari awal sampai akhir disebut cold chain (rantai dingin). Dengan begitu masyarakat menjadi tahu bahwa vaksin terjaga kualitasnya sejak awal sampai ke pemberian vaksinasi.

"Darimana pun asal vaksinnya itu nanti, akan melalui pabrik vaksin kita di PT Bio Farma. Mereka sudah mempunyai armada untuk menerima dan mendistribusikan vaksin. Jadi kita sudah punya depo-depo vaksin. Kemudian Provinsi sudah memiliki cold room, atau lemari penyimpanan khusus," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Selasa (1/12/2020).

Dia menuturkan Indonesia juga telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam melaksanakan program vaksinasi. Proses distribusi vaksin di Indonesia bisa dilakukan dari Aceh sampai Papua dan sudah menggunakan sistem cold chain yang baik, hingga ke pelosok negeri.

Lemari penyimpan berpendingin khusus yang ada di Provinsi, bisa menyimpan vaksin untuk jangka waktu 3-6 bulan dengan suhu terjaga di angka 2-8 derajat celcius. Pengiriman ini kemudian dilakukan secara bertahap ke level Kabupaten/Kota hingga ke rumah sakit dan puskesmas.

"Saat keluar dari cold room, vaksin pun harus cepat dimasukkan ke kotak sementara yang dirancang khusus untuk menjaga temperaturnya dalam perjalanan," ungkap
dr. Jane.

Mengingat vaksinasi harus dilakukan dengan teratur agar terjaga kualitasnya, dr. Jane menerangkan idealnya pemberian vaksin itu harus terjadwal dari tanggal, jam hingga lokasinya.

Menurutnya, baik petugas yang memberi pelayanan maupun masyarakat harus tahu, sehingga pada waktunya nanti pemberi pelayanan dan yang dilayani bertemu dengan teratur.

"Dengan menyusun jadwal jauh-jauh hari sebelumnya, diharapkan proses pelayanan berlangsung dengan lebih cepat. Maksimum satu orang hanya memerlukan 10 menit untuk dilayani dari pendaftaran hingga vaksinasi," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam mendukung upaya pemerintah menghentikan kasus COVID-19 di RI, masyarakat harus berperan aktif dengan selalu #IngatPesanIbu menerapkan 3M, yakni #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencuci tangan seperti yang selalu dikampanyekan Satgas COVID-19.

(ega/ega)