Selasa, 01 Des 2020 18:34 WIB

Respons Satgas Soal Ledakan Kasus COVID-19 di DKI dan Jateng

Firdaus Anwar - detikHealth
Operasi disinfeksi Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan dilakukan di kawasan Monas. Hal itu dilakukan untuk sterilisasi lokasi jelang dibuka kembali. Foto ilustrasi. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

DKI Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng) sempat jadi sorotan karena kenaikan kasus COVID-19 yang drastis. Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus mengungkapkan kekhawatirannya ketika pada hari Minggu (29/11/2020), Jateng mencatat rekor 2.036 kasus COVID-19 baru dan DKI Jakarta mencatat 1.431 kasus.

"Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati," ujar Jokowi dalam Ratas Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada hari Senin (1/12/2020).

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa faktor utamanya adalah ketidakdisiplinan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu masyarakat juga dalam beberapa hari ini terus berkerumun sehingga virus mudah menular.

"Memang kami selalu mengulangi protokol kesehatan yang jadi kunci. Namun ternyata di masyarakat masih ada yang lengah tidak menjalankan," kata Wiku dalam konferensi pers perkembangan mingguan COVID-19 yang disiarkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (1/12/2020).

Wiku berharap pemerintah daerah DKI Jakarta dan Jawa Tengah segera melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan. Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total menjadi wewenang daerah bila dinilai diperlukan.

"Namun tentunya harus mempertimbangkan dampak yang dihasilkan terhadap berbagai sektor," pungkas Wiku.



Simak Video "Satgas Jelaskan Prosedur Penjemputan Pasien Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)