Rabu, 02 Des 2020 10:31 WIB

CDC Akan Pangkas Masa Isolasi Pasien COVID-19 Jadi Seminggu

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcare Masa isolasi pasien COVID-19 akan dipangkas jadi seminggu. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)
Jakarta -

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) akan kembali memperbarui pedoman. Kali ini, terkait dengan masa isolasi pasien COVID-19.

Dalam pedoman terbaru CDC nantinya masa isolasi pasien COVID-19 dipangkas dari 14 hari, menjadi 7 hingga 10 hari. Hal ini disampaikan Direktur CDC Robert Redfield.

"CDC akan segera mengeluarkan pedoman baru untuk mengurangi jumlah hari kontak dekat harus karantina setelah paparan. kepada individu yang positif COVID-19," sebut dua pejabat senior administrasi mengatakan kepada CNN.

"Pedoman baru akan merekomendasikan kontak dekat mereka yang terinfeksi virus corona harus dikarantina selama 7 hingga 10 hari setelah terpapar, turun dari 14 hari yang saat ini direkomendasikan," kata pejabat itu.

Pasien Corona nantinya bisa menyelesaikan masa isolasi setelah 7 hari, baik dengan hasil negatif COVID-19 atau tanpa melakukan tes kedua kalinya. Masih belum disebutkan apa yang mendasari pengurangan masa isolasi tersebut.

Sebelumnya, CDC juga memperbarui kontak dekat dengan pasien COVID-19 pada akhir Oktober lalu. Definisi kontak dekat diperbarui menjadi 15 menit dengan jarak 2 meter atau lebih dekat dengan yang terpapar Corona.

Redfield menyatakan keputusan pengurangan masa isolasi COVID-19 berdasarkan data yang telah ditinjau selama berminggu-minggu.



Simak Video "Daftar Vitamin untuk Jaga Imunitas Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)