Rabu, 02 Des 2020 12:35 WIB

Dokumen 'Palsu' COVID-19 HRS Viral, Apa Maksud Catatan di Bawahnya?

Ayunda Septiani - detikHealth
Remdesivir on covid-19 test report with syringe Viral tes COVID-19 palsu HRS. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Bill Oxford)
Jakarta -

Viral sebuah dokumen yang menyebut hasil tes swab PCR Habib Rizieq positif COVID-19. Front Pembela Islam (FPI) menyatakan dokumen tersebut palsu dan harus diusut berdasarkan UU ITE.

"Palsu itu. Harusnya aparat mengusut pemalsuan-pemalsuan seperti di atas, berdasar UU ITE. Itu yang harusnya dilakukan," ucap Sektretaris Umum FPI, Munarman.

Beberapa hasil tes COVID-19 asli umumnya mencantumkan nama, identitas pasien, serta informasi-informasi terkait proses pemeriksaan COVID-19. Selain itu, ada juga catatan-catatan tentang bagaimana membaca hasil tes.

"PCR mendeteksi materi genetik virus tanpa membedakan virus hidup ataupun mati," demikian bunyi catatan yang sering tertulis dalam tes dokumen laporan hasil tes swab PCR.

Apa maksud catatan tersebut?

"Nah jadi gini yang harus dimengerti adalah tadi kan PCR ini mendeteksi materi genetik, itu tidak bisa membedakan virus genetik atau virus mati jadi bisa saja memang itu virus sudah mati jadi yang tadi fragmen virus itu," jelas spesialis patologi klinik dr Thyrza Laudamy Darmadi, SpPK, dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya.

"Kalau kadang saya mengistilahkan sudah bangkainya, tapi mampu terdeteksi, tetap terdeteksi gitu, karena kan yang terdeteksi adalah materi genetik," lanjutnya.

Meski begitu, dr Thyrza menyebut pasien COVID-19 pasca sembuh tetap harus menjalani isolasi. Penting untuk selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan selalu memakai masker.

"Nah jadi kalau misalnya dia sudah tidak bergejala, terus kemudian sudah isolasi mandiri, itu tetap sebenarnya protokolnya 3M itu tetap harus dijalankan," sebut dr Thyrza.

"Yang pernah saya baca itu tidak perlu diulang lagi pada periode 90 hari, pada saat periode 90 hari ini sebenarnya tidak perlu untuk diulang lagi, kecuali misalnya pada periode tersebut misalnya pasien itu tiba-tiba bergejala lagi, demam, batuk, gejala yang lainnya itu diperiksakan lagi PCR-nya," lanjutnya.



Simak Video "11 Provinsi Indonesia dengan Jumlah Tes Corona Lampaui Target WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)