Rabu, 02 Des 2020 15:00 WIB

Siap-siap! Sebentar Lagi China Distribusikan Vaksin COVID-19, Termasuk ke RI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu? China siap distribusi vaksin Corona. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Dalam beberapa bulan mendatang, China akan mengirimkan ratusan juta dosis vaksin COVID-19 ke negara-negara yang telah melakukan uji klinis tahap akhir untuk vaksin yang mereka kembangkan.

Kampanye ini disebut bakal memberikan China kesempatan untuk memperbaiki citranya, yang rusak karena kesalahan penanganan awal wabah virus Corona.

China saat ini memiliki lima kandidat vaksin virus Corona dari empat perusahaan yang telah mencapai uji klinis fase 3, langkah pengujian terakhir dan terpenting sebelum persetujuan regulasi. Uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 China setidaknya berlangsung di 16 negara.

Sebagai balasannya, banyak negara yang telah dijanjikan mendapatkan akses awal ke kandidat vaksin potensial dan dalam beberapa kasus, pertukaran teknologi untuk memproduksinya secara lokal.

Sinovac Biotech, pembuat obat yang terdaftar di Nasdaq yang berbasis di Beijing, telah menandatangani kesepakatan untuk memberikan 46 juta dosis vaksin Covid-19 ke Brasil dan 50 juta dosis ke Turki. Ini juga akan memasok 40 juta dosis bulk vaksin, konsentrat vaksin sebelum dibagi menjadi botol kecil, ke Indonesia untuk produksi lokal.

CanSino Biologics, yang mengembangkan vaksin virus Corona dengan unit penelitian militer China, akan mengirimkan 35 juta dosis vaksinnya ke Meksiko, salah satu dari lima negara uji coba.

China National Biotech Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), kurang terbuka tentang kesepakatannya. Dua kandidat vaksin perusahaan sedang menjalani uji coba fase 3 di 10 negara, kebanyakan di Timur Tengah dan Amerika Selatan.


Dalam konferensi video dengan para pemimpin Afrika pada bulan Juni, Xi berjanji bahwa "setelah pengembangan dan penyebaran vaksin Covid-19 selesai di China, negara-negara Afrika akan menjadi yang pertama diuntungkan."Pada bulan Mei, Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada sidang tahunan WHO bahwa China akan menjadikan vaksin virus Corona sebagai "barang publik global," menyebutnya sebagai "kontribusi negara untuk memastikan aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara berkembang."

Pada Agustus, Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan Beijing juga akan memberikan akses prioritas ke Kamboja, Myanmar, Laos, Thailand, dan Vietnam. Negara lain yang telah dijanjikan akses prioritas oleh pejabat China termasuk Afghanistan dan Malaysia.

Keunggulan vaksin COVID-19 buatan China

Dibandingkan dengan Pfizer dan Moderna, vaksin COVID-19 buatan China memiliki keunggulan, kebanyakan tidak memerlukan suhu beku untuk penyimpanan, membuat pengangkutan dan distribusi menjadi lebih mudah, terutama di negara berkembang yang tidak memiliki kapasitas penyimpanan dingin.

Sinopharm dan Sinovac menggunakan pendekatan kuno yang telah lama terbukti efektif dalam pengembangan vaksin, seperti polio dan suntikan flu.

Vaksin virus Corona yang mereka kembangkan menggunakan komponen virus yang tidak aktif untuk mendorong tubuh mengembangkan kekebalan, dan hanya perlu disimpan pada suhu lemari es standar 2˚C hingga 8˚C (36˚F hingga 46˚F).

Vaksin CanSino, yang menggunakan virus flu biasa yang disebut adenovirus 5 untuk membawa fragmen genetik virus corona ke dalam tubuh, juga dapat disimpan pada suhu 2˚C hingga 8˚C.



Simak Video "Chili Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Corona Sinovac"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)