Rabu, 02 Des 2020 15:34 WIB

Dilema Busui Saat BB Tak Kunjung Turun, Aman Nggak Ya Intermittent Fasting?

Farah Nabila - detikHealth
Two people, mother with protective mask breastfeeding her baby son at home, they are at home do to pandemic outbreak quarantine. Ilustrasi ibu menyusui. (Foto: Getty Images/iStockphoto/South_agency)
Jakarta -

Problema berat badan yang tak kunjung turun kerap menjadi masalah sebagian wanita. Terlebih bagi para ibu menyusui, cenderung kesulitan menurunkan berat badan.

Segala usaha untuk mengembalikan badan sebelum masa kehamilan pun dilakukan. Beragam diet dicoba termasuk intermittent fasting, apakah diet yang satu ini aman?

Metode penurunan berat badan yang belakangan populer adalah puasa intermiten, yaitu mengatur makan menjadi berselang-seling.

Dikutip dari North Coast Courier, puasa intermiten adalah saat ibu hanya makan dalam jangka waktu tertentu. Puasa intermiten bukanlah hal baru, tetapi ini sudah menjadi hal biasa dan normal untuk menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Beberapa orang akan berpuasa pada malam hari dan akan tetap makan di siang hari.

Gagasan di balik puasa intermiten untuk menurunkan berat badan adalah ketika Anda tidak makan, dan hanya dilakukan untuk orang-orang yang memiliki simpanan lemak tubuh yang cukup. Pada intinya, puasa intermiten memungkinkan tubuh menggunakan energi yang tersimpan, dengan membakar lemak tubuh berlebih.

Saat Anda makan, lebih banyak energi makanan yang dicerna daripada yang dapat langsung digunakan. Sebagian dari energi ini harus disimpan untuk digunakan nanti. Insulin adalah hormon utama yang terlibat dalam penyimpanan energi makanan. Insulin akan meningkat saat makan, membantu menyimpan energi berlebih dengan dua cara terpisah.

Sebaliknya, jika Anda tidak makan, tingkat insulin akan turun. Hal ini menandakan agar tubuh siap untuk mulai membakar energi yang tersimpan karena tidak ada lagi yang masuk melalui makanan. Glukosa darah turun, jadi tubuh sekarang harus mengeluarkan glukosa dari penyimpanan untuk dibakar untuk energi.

Selama ini, banyak yang salah dalam mengatur pola makan. Seperti misalnya, makan sejak bangun dari tempat tidur dan tidak berhenti sampai tidur lagi, Anda menghabiskan hampir seluruh waktu terjaga untuk makan. Seiring waktu, berat badan mungkin bertambah karena tidak membiarkan tubuh kapan pun untuk membakar energi makanan yang tersimpan.

Dikutip dari Diet Doctor, untuk memulihkan keseimbangan atau menurunkan berat badan, Anda mungkin hanya perlu meningkatkan jumlah waktu yang dihabiskan untuk membakar energi makanan. Dan ini lah yang disebut dengan puasa intermiten.

Lalu, bagaimana cara penerapan puasa intermiten yang diperbolehkan untuk ibu menyusui? KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA.



Simak Video "Minum Kopi Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)
dRooftalk
×
Rentetan Bencana di Awal Tahun
Rentetan Bencana di Awal Tahun Selengkapnya