Rabu, 02 Des 2020 21:22 WIB

4 Negara Ini Dituding Jadi Tempat Asal-usul COVID-19, China Tak Termasuk

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 telah menyebar ke berbagai belahan dunia. Hingga kini masih belum terpecahkan dari mana asal usul virus Corona.

Belakangan, banyak klaim yang mengatakan bahwa COVID-19 menyebar pertama kali bukan di Wuhan, China, seperti yang diketahui sejak awal pandemi. Dugaan ini pun direspons oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Saya pikir sangat spekulatif bagi kami untuk mengatakan bahwa penyakit itu tidak muncul di China," kata Mike Ryan pada briefing virtual di Jenewa setelah ditanya apakah COVID-19 bisa pertama kali muncul di luar China, dikutip dari Reuters.

"Jelas dari perspektif kesehatan masyarakat bahwa Anda memulai penyelidikan di mana kasus manusia pertama kali muncul," tambahnya, mengatakan bahwa bukti kemudian dapat mengarah ke tempat lain.

Beberapa negara sempat disebut-sebut sebagai tempat munculnya atau asal dari virus mematikan tersebut. Di antaranya sebagai berikut.

1. Spanyol

Virus Corona juga sempat disebut berasal dari Spanyol. Ini dibuktikan dengan adanya temuan jejak virus Corona di air limbah Spanyol.

Dr Tom Jefferson, dari Centre of Evidence-Based Medicine (CEBM) di Oxford University, telah menunjuk serangkaian penemuan tentang keberadaan virus Corona di seluruh dunia sebelum muncul di Asia.

Dikutip dari The Guardian, ini menjadi bukti soal asal usul pandemi virus Corona. Jejaknya sudah ditemukan dalam sampel limbah dari Spanyol, Italia, dan Brasil, bahkan sebelum ditemukan di China.

Sebuah studi pracetak yang belum peer-reviewed juga mengklaim telah menemukan keberadaan genom SARS-CoV-2 dalam sampel limbah Barcelona dari 12 Maret 2019.

"Ada cukup banyak bukti virus Corona dalam jumlah besar di air limbah di semua tempat, dan semakin banyak bukti ada penularan lewat tinja," lanjut Jefferson.

Selain itu, suhu 4 derajat Celcius di pembuangan air limbah dinilai Jefferson sebagai tempat yang ideal untuk virus.

"Ada konsentrasi tinggi di mana pembuangan limbah adalah 4 derajat Celcius, yang merupakan suhu ideal untuk virus. Dan pabrik pengepakan daging sering pada suhu 4 derajat Celcius," tegas Jefferson.

"Wabah ini perlu diselidiki dengan benar," pungkasnya.

2. Italia

Epidemolog China yang bernama Zheng Guang juga berpendapat bahwa virus Corona bukan berasal dari Wuhan, China. Menurutnya virus tersebut hanya teridentifikasi pertama kali di kota tersebut.

"Wuhan adalah tempat virus Corona pertama kali terdeteksi, tetapi bukan menjadi tempat asalnya (virus Corona)," kata Zeng yang merupakan mantan epidemolog Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (DCD) China pada konferensi akademik, yang dikutip dari South China Morning Post.

Zeng mengutip sebuah penelitian Italia yang menunjukkan bahwa virus Corona itu menyebar di Italia lewat orang tak bergejala, beberapa bulan sebelum dilaporkan di Wuhan pada Desember 2019.

Berdasarkan studi National Cancer Institute (INT) kota Milan Italia, COVID-19 ini sudah menyebar di Italia sejak September 2019. Hal ini menunjukkan COVID-19 sudah menyebar lebih awal di luar China dari yang diperkirakan sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan infeksi virus Corona COVID-19 tidak diketahui sebelum wabah pertama kali di laporkan di Wuhan, China Tengah pada bulan Desember 2019. Sementara itu, pasien COVID-19 pertama Italia terdeteksi pada 21 Februari 2020 lalu di sebuah kota kecil dekat Milan, di wilayah utara Lombardy.

Namun, temuan terbaru para peneliti Italia, yang diterbitkan oleh majalah ilmiah INT Tumori Journal, menunjukkan bahwa 11,6 persen dari 959 sukarelawan sehat yang terdaftar dalam uji coba skrining kanker paru antara September 2019 dan Maret 2020, telah mengembangkan antibodi virus Corona jauh sebelum Februari 2020.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "WHO Sebut Pandemi Corona Tahun Kedua Lebih Buruk"
[Gambas:Video 20detik]