Kamis, 03 Des 2020 12:41 WIB

Gegara Pandemi COVID-19, Penghasilan Pilot Ini Berkurang hingga 30%

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Poster Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih menghantui sebagian besar masyarakat Indonesia. Kepastian munculnya vaksin COVID-19 pun dinanti oleh hampir semua orang terutama mereka yang mata pencahariannya terhantam keras akibat pandemi yang tak kunjung usai ini.

Seperti halnya Aditya Santosa, salah satu Pilot Maskapai Penerbangan Nasional. Gegara pandemi yang menghantam perusahaannya di awal tahun 2020 hingga sekarang, kini pendapatannya ikut tergerus dan produktivitasnya juga menurun.

"Ada yang namanya pengurangan jadwal dan larangan terbang ke negara-negara tertentu. Efeknya sangat terasa sekali untuk saya, yang biasa dalam sebulan bisa terbang 4-5 kali, sekarang mungkin hanya bisa 3 bulan sekali," ujarnya dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Kamis (3/12/2020).

Dia menuturkan karena adanya pengurangan jam terbang, hal itu juga berimbas pada pendapatannya yang harus rela dipotong hingga 30% oleh maskapai.

"Untuk pilot pendapatan kami dipotong 30% dari maskapai, dan dengan berkurangnya jam terbang, berkurang juga uang terbang kami, ini sangat terasa bagi kru udara seperti saya," ungkapnya.

Untuk menambal pendapatannya tersebut, ia pun mencoba peruntungan lainnya dengan merambah bisnis online. Meski tidak sepadan dengan pendapatan yang diterima saat sebelum pandemi, hal itu tetap membantu ekonominya.

"Saya mulai mencoba berwirausaha, mulai jualan online dan belajar berjualan dari teman saya. Puji Tuhan lumayan, ada hasilnya. Karena banyak waktu luang, jarang terbang, saya bisa investasi waktu saya ke hal lain," kata Aditya.

Lebih lanjut, Adit berharap pendistribusian vaksin bisa dilakukan secepatnya, sehingga aktivitas penerbangan bisa kembali pulih.

"Karena Indonesia ini negara kepulauan yang membutuhkan moda transportasi udara. Roda perekonomian itu salah satunya mengandalkan transportasi udara, saya yakin dan optimis kalau nanti vaksin sudah tersertifikasi dan didistribusikan mampu memulihkan transportasi udara dan roda ekonomi," pungkasnya.

Sebagai informasi, selain berupaya mengadakan vaksin untuk menekan penularan COVID-19, Pemerintah terus berupaya memulihkan perekonomian nasional yang terdampak pandemi COVID-19.

Berbagai bantuan dan stimulus direalisasikan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga 25 November 2020, realisasi anggaran PEN mencapai Rp 431,54 triliun atau setara 62,1% dari total anggaran PEN yang mencapai Rp 695,2 triliun.

Meski vaksin nanti sudah lolos uji klinis, masyarakat harus berperan aktif dan #IngatPesanIbu dalam menerapkan 3M, yakni #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencuci tangan seperti yang selalu dikampanyekan Satgas COVID-19.



Simak Video "Daftar Vitamin untuk Jaga Imunitas Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)