Jumat, 04 Des 2020 15:36 WIB

Saran Dokter Agar Penyintas COVID-19 Tak Alami Gejala Long Covid

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Foto: iStock
Jakarta -

Sebagian pasien yang berhasil sembuh dari COVID-19 bisa mengalami gejala berkepanjangan, seperti lelah, nyeri, dan sulit bernapas. Fenomena ini dikenal dengan sebutan long Covid dan semua kelompok penyintas COVID-19 bisa mengalaminya.

Untuk mencegah long Covid, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), menjelaskan salah satunya bisa dengan manajemen stres. Tujuannya agar tubuh tidak bekerja terlalu keras dalam masa pemulihan.

"Jadi kalau orang-orang stres itu kan memengaruhi saraf-saraf kita yang nanti akan memengaruhi fungsi kardiovaskuler dan respiratori," kata dr Agus dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Kamis (3/12/2020).

"Ketika belum COVID saja kalau kita stres itu kan cenderung napas jadi lebih cepat. Kalau kita lebih tenang napas jadi nyaman, lebih slow. Tentu kalau bernapas lebih cepat itu keluhannya cenderung napas jadi berat," lanjutnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), Dr dr Isman Firdaus, SpJP(K), juga menyarankan agar pasien mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan olahraga ringan. Hindari melakukan olahraga berintensitas tinggi.

"Olahraga aerobik yang ringan... seperti jalan pagi, sepeda, jalan cepat, seterusnya bertahap. Ini akan menyebabkan conditioning otot jantung jadi lebih nyaman beraktivitas atau berkontraksi," papar dr Isman dalam kesempatan yang sama.

Saran terakhir untuk menghindari long Covid adalah sebisa mungkin segera berhenti merokok.

"Harus setop merokok. Ini udah wajib karena berbahaya sekali bisa memperburuk," pungkasnya.



Simak Video "Permintaan WHO ke Negara di Dunia untuk Tak Remehkan Long Covid"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)