Jumat, 04 Des 2020 21:08 WIB

Ganjar Dorong Penyintas COVID-19 Donorkan Plasma Darah, Begini Caranya

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Ganjar Pranowo Ganjar Pranowo (Foto: Pemprov Jateng)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak penyintas atau orang yang sembuh dari COVID-19 untuk menjadi donor plasma konvalesen. Hal itu juga disosialisasikan lewat akun instagram @kominfo.jateng.

Ganjar mengatakan mendapatkan pesan dari salah satu teman gowesnya, dr Khoirul Hadi SpKK, yang saat ini terbaring di ICU RSUD dr Moewardi Solo karena COVID-19. Hadi mendapatkan donor plasma dan kondisinya membaik. Pengalaman Hadi diceritakan lewat video dan diposting Ganjar di akun instagramnya.

"Dokter Hadi itu dokter yang cukup aktif. Ia yang membuat alat UV yang waktu itu saya diminta untuk pakai. Beliau sudah cerita sejak awal bagaimana kita harus menyikapi. Nah ternyata dia positif dan Ia membuka diri," kata Ganjar saat ditemui di Rumah Dinas Puri Gedeh, Jumat (4/12/2020).

"Kemarin cerita sudah disuntikkan plasma konvaselen itu dan merasa baik maka ia mengirim videonya untuk disampaikan ke publik. Minta ke saya agar ajak orang untuk berdonor. Saya kira ide itu bagus maka saya unggah dan jadi ramai," imbuhnya.

Unggahan Ganjar mendapat banyak respon dari netizen bahkan banyak yang mulai berminat mendonorkan plasma. Ganjar bercerita sempat ada pembahasan di sebuah forum agar dibentuk 'alumni' pasien COVID-19 agar menjadi diskusi dan bisa menjadi kelompok pendonor plasma.

"Kalau kita lihat mereka yang kena dan sembuh kan banyak. Ada guyonan teman-teman itu membuat forum alumni seperti para dokter di RSUP Dr Kariadi dulu yang sembuh di awal terus membuat forum diskusi dan sering berkomunikasi dan berbagi cerita untuk bisa mendonorkan. Beberapa dari mereka sudah mencoba," ujar Ganjar.

"Ternyata kita butuh kuantitas yang banyak maka dengan banyak yang seembuh maka kita butuh publik untuk donor," imbuhnya.

Sementara itu di akun instagram @kominfo.jateng diunggah soal kriteria pendonor plasma untuk terapi plasma konvalesen yaitu pertama penyintas COVID-19 dengan bukti hasil swab negatif.

Kemudian diutamakan laki-laki, namun jika perempuan harus dipastikan tidak sedang hamil. Kondisi kesehatan pendonor harus baik dengan dilakukan tes laboratorium. Lalu ada syarat tidak mengidap malaria, HIV, hepatitis, dan lainnya. Terakhir, pendonor harus memiliki antibodi yang baik. Dalam postingan itu juga dijelaskan bagi yang berminat bisa menghubungi PMI terdekat.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)