Senin, 07 Des 2020 14:12 WIB

Bila Tidak Lolos Uji BPOM, Bagaimana Nasib Vaksin Corona Sinovac?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona: Para pemimpin dunia sepakat galang Rp120 triliun demi ciptakan vaksin virus corona Foto: BBC World
Jakarta -

Ada 1,2 juta vaksin COVID-19 buatan Sinovac tiba di Indonesia. Vaksin COVID-19 ini dibawa menggunakan Pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 777-300ER dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 21.20 WIB.

Vaksin COVID-19 yang baru tiba di Indonesia langsung dibawa ke Kantor Pusat Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Vaksin COVID-19 diangkut menggunakan 3 truk, vaksin tersebut disimpan dalam 7 Envirotainer.

"Setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 3 jam, rangkaian kendaraan pembawa vaksin tiba di Bio Farma sekitar pukul 03.45 WIB," sebut keterangan laman resmi Sekretariat Presiden, Senin (7/12/2020).

Ketua tim uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac di Indonesia, Profesor Kusnandi Rusmil, menyebut vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia dibeli berdasarkan persetujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurutnya, vaksin COVID-19 tak bisa begitu saja diterbangkan ke negara lain tanpa persetujuan WHO. Disebutkan, komitmen dunia terkait vaksin COVID-19 sepenuhnya berada di pantauan WHO.

"Yang sudah dibeli itu sudah berdasarkan persetujuan WHO. Yang sudah kita beli itu pasti sudah ada izin dari WHO, pasti, nggak mungkin nggak keluar kalau nggak ada izin dari WHO," bebernya saat dihubungi detikcom Senin (7/12/2020).

"Karena komitmen global yang mengeluarkan itu adalah WHO, nanti WHO itu sudah mengirim ke BPOM kita pasti, nanti BPOM itu akan melakukan klarifikasi," jelas Prof Kusnandi.

Ia pun meyakini vaksin COVID-19 yang sudah dibeli tak akan tidak terpakai begitu saja. Terlebih beberapa negara selain China menggunakan vaksin COVID-19 tersebut dan hasil vaksin COVID-19 selama ini dinyatakan aman.

Prof Kusnandi pun menyebut jika vaksin COVID-19 yang sudah dibeli dipastikan sudah lolos uji klinis sebelumnya. Meski begitu, penggunaan vaksin COVID-19 memang masih perlu menunggu untuk menyiapkan segala prosesnya termasuk distribusi.

"Saya pikir nggak akan kebuang ya pasti. Kan itu sudah lolos uji klinis, kalau blm lolos uji klinis nggak mungkin WHO ngizinin dikirim ke kita kalau nggak lolos uji klinis, pasti sudah atas izin WHO," tegasnya lagi.

Saat ditanyai kemungkinan apakah yang muncul jika nyatanya tidak lolos BPOM dan MUI terkait kehalalan, Prof Kusnandi menegaskan kembali vaksin COVID-19 yang dibeli pasti akan terpakai.

"Pasti kepakai, nggak mungkin nggak kepakai, kan rencananya itu bulan Januari," pungkasnya.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)