Senin, 07 Des 2020 18:51 WIB

Sandiaga Uno Positif Corona Usai Istrinya Tertular, Waspadai Klaster Keluarga

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sandiaga Uno Sandiaga Uno positif Corona. (Foto: Sandiaga Uno. (Dok Istimewa).
Jakarta -

Sandiaga Uno positif Corona usai istrinya lebih dulu dinyatakan positif COVID-19. Kabar Sandiaga Uno positif Corona diumumkan hari ini.

"Setelah melakukan swab test di kediaman saya sebagai tindak lanjut atas hasil positif COVID-19 Nur Asia kemarin, ternyata hasilnya menunjukkan saya juga positif COVID-19," kata Sandiaga Uno kepada wartawan, Senin (7/12/2020).

Meski Sandiaga Uno positif Corona, ia kini mengaku sudah dalam kondisi sehat. Sandiaga Uno memohon doa kesembuhan dari Corona.

Penularan Corona kerap terjadi di lingkungan keluarga. Ada beberapa hal yang tampaknya jarang disadari saat sedang beraktivitas di dalam rumah hingga penularan COVID-19 terjadi semakin luas.

Dokter spesialis paru sekaligus Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), dr Erlang Samoedro, SpP(K) sempat menjelaskan klaster COVID-19 keluarga muncul karena tingginya aktivitas setiap anggota keluarga di luar rumah. Hal ini membuat seorang anggota keluarga menjadi tidak sadar jika membawa virus ke dalam rumah.

"Misalnya ibu bapaknya bekerja atau bepergian ke mana kemudian membawa masuk (virus Corona COVID-19) ke dalam keluarga dan terjadi transmisi," kata dr Erlang dalam konferensi pers di Youtube BNPB beberapa waktu lalu.

Meskipun tinggal di dalam satu rumah, belum bisa menjamin bahwa bisa terhindar dari infeksi virus Corona COVID-19. Ada tiga hal yang diduga memicu timbulnya klaster keluarga yang dihimpun oleh Pandemic Talks, yaitu:

1. Membiarkan anak-anak bermain di lingkungan rumah, tanpa menerapkan protokol kesehatan yang kuat. Anak-anak bisa berperan sebagai carrier atau pembawa virus, sehingga kelompok ini juga rentan mengembangkan gejala serius COVID-19.

2. Kegiatan berkumpul bersama warga lain, seperti arisan, rapat warga, perayaan kegiatan agama, penyuluhan, atau olahraga bersama.

3. Liburan atau piknik ke daerah berisiko tinggi atau zona merah COVID-19.

Baik CDC dan WHO juga memperbarui pedoman terkait pemakaian masker di dalam rumah khususnya jika ada yang tertular COVID-19 di rumah. Berikut catatannya.

- Memakai masker dalam ruangan berventilasi buruk termasuk di rumah (saat menerima tamu)
- Masker harus tetap digunakan saat ventilasi ruangan baik jika ada risiko tertular Corona, dengan tetap menjaga jarak 1 meter.
- Masker wajib dipakai saat ada orang yang tertular COVID-19 di dalam rumah.
- Seorang anggota keluarga berisiko tinggi tertular COVID-19 karena aktivitas di luar rumah.



Simak Video "ASI Bisa Bantu Transfer Antibodi COVID-19 ke Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)