Rabu, 09 Des 2020 22:40 WIB

Benarkah Teknik ILA Bisa Meringankan Sakit saat Melahirkan? Ini Kata Ahli

Farah Nabila - detikHealth
seorang wanita sedang kontraksi atau akan melahirkan Nyeri saat melahirkan (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Saat menjalani proses melahirkan, setiap wanita akan merasakan sakit dan nyeri yang hebat. Tetapi, kini rasa sakit tersebut bisa 'hilang' dengan metode ILA (intrathecal labour analgesia) yang dapat mengurangi rasa sakit selama persalinan. Benar nggak sih?

Seperti yang diketahui, melahirkan merupakan proses yang tidak mudah bagi setiap wanita. Namun, rasa nyeri selama proses melahirkan bisa diatasi dengan metode ILA, yang merupakan metode melahirkan normal dengan menyuntikkan obat ke ibu.

Menurut dokter kandungan, dr Ilham Utama Surya SpOG, metode ILA diaplikasikan dengan menggunakan analgesik spinal atau suntik epidural. Di luar negeri, metode ini sudah sering dipakai dalam dunia medis.

"Di luar negeri memang utamanya adalah tata laksana nyerinya. Kalau di Indonesia, rasa sakit dan nyeri nggak terlalu masalah, bahkan menurut kebanyakan orang, untuk melahirkan itu memang harus nyeri. Jadi, perbedaannya hanya di persepsi saja," ujar dr Ilham, dikutip dari HaiBunda.

Berbeda dengan persalinan normal, metode ILA berlangsung dalam waktu persalinan yang lebih panjang. Pada kondisi lanjutan, dapat meninggalkan efek pada proses melahirkan itu sendiri.

"Memang rasa nyerinya hilang, tapi pada saat persalinan harusnya mungkin 4 jam, ini bisa nambah jadi 5 sampai 6 jam. Efeknya bayi bisa lebih lama keluar," ujar dr Ilham.

"ILA ini seperti dibius biasa, cuma tujuannya menghilangkan rasa sakit saja," sambungnya.

Hilangnya rasa nyeri saat melahirkan juga bisa berdampak pada kontraksi. dr Ilham mengatakan bahwa kontraksi tidak begitu terasa pada ibu yang melahirkan dengan metode ini.

Lalu apa efek samping dari metode melahirkan ILA saat melahirkan?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA.



Simak Video "Begini Prosedur Persalinan di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)