Bos Bio Farma Beberkan Alasan Pemilihan Vaksin COVID-19 Sinovac

ADVERTISEMENT

Bos Bio Farma Beberkan Alasan Pemilihan Vaksin COVID-19 Sinovac

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Kamis, 10 Des 2020 15:31 WIB
Honesti Basyir, Direktur Utama Bio Farma menjadi pembicara dalam konferensi pers mengenai perencanaan distribusi dan quality control vaksin COVID-19 di Jakarta, Selasa, 8 Desember 2020. FOTO: Dok KPCPEN
Foto: kpcpen
Jakarta -

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir membeberkan dasar-dasar utama pemilihan vaksin COVID-19, salah satunya vaksin yang dipilih dan digunakan harus dapat dibuktikan aman dan terjamin hingga memenuhi aspek mandiri. Selain itu, serangkaian pengujian klinis pada vaksin juga wajib dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

"Adapun dasar pemilihan vaksin COVID-19 harus memenuhi beberapa faktor. Vaksin yang terpilih harus memiliki unsur keamanan khasiat dan mutu yang terjamin oleh lembaga yang berwenang dan dapat dibuktikan dari serangkaian pengujian yang dimulai dari pengujian praklinis, uji klinis tahap satu, dua dan tiga," ujarnya dalam keterangan tertulis Kamis (10/12/2020).

Hal ini diungkapkan dalam konferensi pers 'Perencanaan Distribusi dan Quality Control Vaksin COVID-19' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (8/12).

Honesti menilai proses pengembangan calon vaksin COVID-19 dari Sinovac termasuk satu dari 10 kandidat yang paling cepat dan sudah masuk ke uji klinis tahap 3. Dari sisi platform ataupun metode pembuatan vaksin menggunakan platform inactivated atau virus yang sudah dimatikan itu sudah terbukti pada jenis-jenis vaksin lainnya.

"Platform tersebut sudah dikuasai oleh Bio Farma," jelasnya.

Kemudian, kata dia, faktor penentu lainnya adalah sistem mutu yang dimiliki oleh Sinovac sudah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dalam kerja sama antara Bio Farma dengan Sinovac, terdapat juga transfer teknologi dalam hal pengujian-pengujian yang dibutuhkan.

Diketahui jumlah total vaksin Sinovac yang akan didatangkan Bio Farma adalah 3 juta dosis. Setelah datang 1,2 juta dosis pada 6 Desember lalu, 1,8 juta dosis akan datang pada akhir Desember atau awal Januari 2021. Pada Desember, Bio Farma juga akan menerima 15 juta dosis bahan baku vaksin dan tambahan 30 juta bahan baku vaksin pada Januari 2021.

(mul/mpr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT