Jumat, 11 Des 2020 17:50 WIB

Harga Tes Corona Ala UGM Cuma Rp 15 Ribu, Bagaimana Akurasinya?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Alat deteksi corona lewat embusan napas yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu GeNose terus berprogres. Saat ini teknologi pengendus COVID-19 telah memasuki tahap uji diagnostik. Alat deteksi COVID-19 GeNose. (Foto: Pius Erlangga)
Jakarta -

Lebih murah dari rapid test maupun swab, tes Corona Genose besutan Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya perlu mengeluarkan biaya 15 ribu rupiah setiap tesnya. Hal ini diungkap Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

Rincian dari biaya 15 ribu rupiah digunakan untuk operator, energi dan plastik khusus sebagai media pengecekan napas. Tes Corona ini mendeteksi COVID-19 melalui hembusan napas dan berlangsung selama tiga menit.

"Perkiraannya per pemeriksaannya itu, kalau dihitung sama operator, listrik, dan lalu plastiknya Rp 7-8 ribu rupiah, maka perkiraannya per satu tes itu sekitar Rp 15 ribu aja. Jadi ini murah dan akurat," jelas Bambang dalam sebuah webinar, Jumat (11/12/2020).

Bagaimana dengan akurasinya?

Beberapa waktu lalu, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, melalui uji coba tahap pertama di rumah sakit Bhayangkara, tes Corona Genose menunjukkan tingkat akurasi mencapai 97 persen.

Per Oktober lalu, uji klinis disebut akan memasuki tahap kedua dengan target 1.600 pasien atau 1.600 sampel yang dilakukan di 10 rumah sakit. Melalui uji klinis tahap kedua diharapkan tingkat akurasinya bisa lebih besar dan siap dipakai masyarakat luas.

"Saat ini sedang dilakukan uji validasi tahap kedua dari GeNose. Ini adalah inovasi dari UGM (Universitas Gadjah Mada) yang bersifat analisa atau deteksi virus COVID-19 dengan menggunakan hembusan napas kita. Ini adalah suatu inovasi yang luar biasa karena bisa mendeteksi virus COVID-19 secara akurat, di dalam uji validasi tahap pertama di suatu RS di Jogja akurasinya mencapai 97 persen dibandingkan PCR test," kata Bambang dalam konferensi pers virtual tentang Pengembangan Vaksin, Terapi dan Inovasi COVID-19 beberapa waktu lalu.

Kapan akan siap didistribusikan?

Bambang kala itu menyampaikan tes Corona Genose diperkirakan bisa disebar akhir tahun 2020 untuk digunakan pada 100 ribu pengujian. Mulai dari akhir November hingga Desember 2020.

Namun, sayangnya hingga kini tes Corona Genose masih belum bisa diedarkan ke masyarakat. Masih perlu izin edar dari Kementerian Kesehatan.

"Pada dasarnya, alat ini sudah siap semua. Siap juga diproduksi masal dan dipakai. Cuma dari pembicaraan terakhir dengan para pengembang di UGM, mereka bilang masih ada satu final report yang harus di-submit ke Kemenkes untuk dapat izin edar," jelas Bambang.



Simak Video "Korea Selatan Lakukan Tes COVID-19 pada Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)