Sabtu, 12 Des 2020 09:00 WIB

Cukai Rokok RI Naik, Perokok Diperkirakan Turun 5-6 Persen

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi Rokok Cukai rokok naik 12,5 persen tahun depan. (Foto: (iStock))
Jakarta -

Pemerintah resmi menetapkan cukai hasil tembakau atau cukai rokok naik sebesar 12,5 persen tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut regulasi terkait kebijakan cukai rokok ini tengah disusun dan akan diterbitkan dalam waktu dekat.

Atas kebijakan tersebut, Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT) memuji keputusan yang diambil pemerintah dengan menaikkan cukai rokok sebagai salah satu cara pengendalian konsumsi merokok. Kenaikan cukai akan membuat harga rokok jadi lebih mahal sehingga makin tak terbeli khususnya di kalangan anak.

"Kenaikan 12,5 persen ini kan rata-rata, pada rokok putih dan mesin naiknya sampai 18 persen. Jadi kalau ada kenaikan 18 persen akan ada penurunan perokok sekitar 5-6 persen. Mudah-mudahan perokok remaja akan lebih tinggi penurunannya kalau harga rokok lebih mahal," ujar Ketua Umum Komnas PT, Hasbullah Thabrany, saat dihubungi detikcom dan ditulis Sabtu (12/12/2020).

Hasbullah mengatakan kebiasaan merokok di Indonesia sudah menjadi endemi, sehingga kebijakan untuk menaikkan harga cukai menurutnya darurat. Terlebih harga rokok di Indonesia termasuk murah sehingga bisa menjangkau kalangan remaja.

"Harga rokok di Indonesia itu sangat murah dalam 5 tahun terakhir namanya affordability impact. Impact keterjangkauan jg membuat banyak orang beli rokok makanya harus dinaikkan," ujarnya.



Simak Video "Sejumlah Penyakit Berbahaya yang Mengintai Para Perokok"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)