Kamis, 17 Des 2020 11:30 WIB

4 Jenis Risiko Mobilitas yang Wajib Dihindari agar Tak Tertular Corona

Abu Ubaidillah - detikHealth
Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito Foto: detikcom
Jakarta -

Tingginya mobilitas masyarakat di masa pandemi berisiko tinggi terhadap penularan. Jelang libur akhir tahun, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat tak perlu melakukan perjalanan jika tidak mendesak.

"Saya menghimbau masyarakat, jika perjalanan tidak mendesak, diharapkan tidak melakukannya," tegasnya seperti dikutip dari laman covid19.go.id, Kamis (17/12/2020).

Wiku juga mengatakan masyarakat diharapkan perlu mengenali risiko jenis mobilitas dan kegiatan yang dilakukan, ia membagi tingkat risiko mobilitas menjadi 4 jenis, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Kondisi Risiko Rendah

Kondisi risiko rendah, yakni beraktivitas di rumah dan hanya berinteraksi dengan keluarga inti dan melakukan perjalanan singkat dengan kendaraan pribadi bersama keluarga tanpa berhenti selama perjalanan.

2. Kondisi Lebih Berisiko

Kemudian kondisi yang lebih berisiko yakni perjalanan dengan kendaraan pribadi bersama keluarga tanpa melakukan pemberhentian selama perjalanan, selain itu juga melakukan interaksi dengan bukan anggota keluarga inti di ruang terbuka dan mematuhi 3M atau memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

3. Kondisi Lebih Tinggi Berisiko

Lalu kondisi yang lebih tinggi berisiko adalah perjalanan dengan kendaraan pribadi bersama bukan anggota keluarga, perjalanan kereta atau bus jarak jauh, berinteraksi dengan beberapa orang yang bukan keluarga inti di ruang tertutup dengan sebagian besar mematuhi 3M.

4. Kondisi Risiko Tertinggi

Terakhir kondisi risiko tertinggi, yakni penerbangan dengan transit, perjalanan dengan kapal atau perahu, dan berinteraksi dengan orang dari berbagai sumber di ruangan tertutup dengan ventilasi buruk yang sebagian kecil mematuhi 3M.

Guna memitigasi risiko mobilitas, Wiku menyebut Pemerintah memfinalisasi kebijakan terkait pelaku perjalanan antarkota yang meliputi persyaratan hingga mekanisme perjalanan dan kembali ke tempat asalnya.

"Pengambilan kebijakan terkait pelaku perjalanan dilakukan karena selalu ada tren kenaikan kasus setiap adanya masa liburan panjang," ujarnya.

Jadi, lebih baik tetap berada di rumah ya ketika liburan. Bila terpaksa pergi karena keadaan mendesak, perhatikan 4 jenis risiko mobilitas agar terhindar dari COVID-19 tersebut.

Selain itu, tetap #IngatPesanIbu ketika bepergian dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik agar virus Corona tidak menular.



Simak Video "Kemenkes Minta Rumah Sakit Alihkan Sejumlah Pelayanan untuk Penanganan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)