Kamis, 17 Des 2020 19:29 WIB

Masih Misteri, WHO Kirim 10 Ilmuwan Investigasi Asal-usul Corona di Wuhan

ayunda septiani - detikHealth
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita perang antara Armenia dan Azerbaijan hingga Donald Trump dinyatakan positif Corona. WHO kirim 10 ilmuwan ke Wuhan, China, untuk investigasi asal-usul COVID-19. (Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 10 ilmuwan internasional akan melakukan perjalanan ke Wuhan, China. Dikutip dari laman BBC, pihak China mulanya enggan menyetujui penyelidikan independen.

Bahkan, butuh negosiasi selama berbulan-bulan agar WHO diizinkan melakukan investigasi di Wuhan. Virus Corona diduga merebak di Wuhan, tepatnya di pasar basah Huanan.

Donald Trump sempat menuduh China menyembunyikan wabah di awal-awal merebak. Apa alasan perlunya investigasi?

Tujuan investigasi

Seorang ahli biologi dalam tim yang melakukan perjalanan ke Wuhan mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa WHO ingin menelusuri asal muasal demi mencegah wabah di masa depan.

"Ini benar-benar bukan tentang menemukan negara yang bersalah," kata Fabian Leendertz dari Robert Koch Institute Jerman.

"Ini tentang mencoba memahami apa yang terjadi dan kemudian melihat apakah berdasarkan data tersebut, kami dapat mencoba mengurangi risiko di masa depan," tambahnya.

Dr Leendertz mengatakan tujuannya adalah untuk mengetahui kapan virus Corona COVID-19 mulai beredar dan apakah itu berasal dari Wuhan atau tidak. Disebutkan, misi itu diharapkan berlangsung selama empat atau lima minggu.

Di mana pertama kali virus terdeteksi?

Pada hari-hari awal virus ditemukan, virus dilacak ke apa yang disebut "pasar basah" di Wuhan, provinsi Hubei, dan diduga di sanalah tempat ia melakukan lompatan dari hewan ke manusia.

Penelitian menunjukkan bahwa virus Corona COVID-19 yang mampu menginfeksi manusia mungkin telah beredar tanpa terdeteksi pada kelelawar selama beberapa dekade.

Pada Desember lalu, seorang dokter China di Rumah Sakit Pusat Wuhan, Li Wenliang mencoba memperingatkan petugas medis tentang kemungkinan berjangkitnya penyakit baru, tetapi kemudian diberitahu oleh polisi untuk "berhenti membuat komentar palsu" dan diselidiki karena ia "menyebarkan rumor". Dr Li meninggal pada Februari setelah tertular virus Corona saat merawat pasien.

Pada bulan April, kecurigaan dan tuduhan muncul bahwa virus itu mungkin bocor dari laboratorium di Wuhan. Dokumen Departemen Luar Negeri AS terungkap menunjukkan bahwa pejabat kedutaan khawatir tentang keamanan lab di sana.

Kantor direktur intelijen nasional AS mengatakan pada saat itu bahwa virus Corona COVID-19 bukan buatan manusia atau hasil rekayasa genetika, para pejabat sedang menyelidiki apakah wabah itu bermula melalui kontak dengan hewan atau melalui kecelakaan laboratorium.

Laporan terbaru di media China menunjukkan bahwa COVID-19 bisa dimulai di luar China.

Tetapi para analis mengatakan laporan itu tidak ada dasarnya, dan kampanye tersebut mencerminkan kecemasan dalam kepemimpinan di Beijing tentang kerusakan reputasi internasional negara itu akibat pandemi.

Bagaimana strategi China menghadapi Corona di awal merebak? Simak lebih lengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Spekulasi Tim WHO di Wuhan: Corona Dapat Ditemukan di Laboratorium"
[Gambas:Video 20detik]