Senin, 21 Des 2020 11:09 WIB

Ini Kata BPOM soal Respons Imunitas Sinovac

Inkana Putri - detikHealth
PM Israel Benjamin Netanyahu disuntik vaksin Pfizer-BioNTech. Ia dan Menteri Kesehatan Israel diketahu jadi yang pertama disuntik vaksin COVID-19 di negara itu. Foto: AP Photo/AMIR COHEN
Jakarta -

Baru-baru ini, pemberitaan soal efektivitas vaksin COVID-19 Sinovac banyak beredar di media massa. Disebut-sebut WHO membandingkan 10 vaksin COVID-19 dan Sinovac menjadi yang paling lemah dan Indonesia satu-satunya negara yang memesan vaksin Sinovac.

Merespons hal ini, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Badan POM Lucia Rizka Andalusia memaparkan klarifikasi terkait pemberitaan Sinovac. Dalam keterangannya ia menyebut tidak ada dokumen resmi milik WHO soal pemberitaan tersebut

"Hal ini pun sudah kami konfirmasi kepada pihak WHO di Indonesia. Sampai saat ini belum ada pengumuman tingkat efikasi vaksin Sinovac baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik," ujarnya dikutip dari situs covid.go.id, Senin (21/12/2020).

Selain pemberitaan respons imunitas Sinovac, Lucia meluruskan pemberitaan lain soal pemesanan vaksin Sinovac yang dikatakan hanya dilakukan oleh Indonesia.

"Selain Indonesia, sejumlah negara telah melakukan pemesanan vaksin COVID-19 dari Sinovac, seperti Brasil, Turki, Chile, Singapura, dan Filipina. Bahkan, Mesir juga sedang bernegosiasi untuk bisa memproduksi vaksin Sinovac di Mesir," katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan sebelum dilakukan vaksinasi, Pemerintah bersama BPOM dan pihak terkait lainnya juga akan memastikan terlebih dahulu soal keamanan vaksin sesuai standar WHO.

"Pemerintah telah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa vaksinasi hanya dilakukan dengan vaksin yang aman, efektif, dan bermutu secepatnya. Badan POM, bersama Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli akan memastikan dan mengawal aspek keamanan, khasiat serta mutu dari vaksin COVID-19 yang akan digunakan untuk program vaksinasi sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO," katanya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa keberhasilan penanganan COVID-19 di Indonesia akan menjadi keberhasilan bersama. Salah satu upaya percepatan untuk bisa keluar dari pandemi COVID-19 adalah dengan vaksinasi yang perlu dijalankan bersama dengan disiplin 3M.

"Jangan kendor memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, siap divaksinasi saat vaksin siap," pungkasnya.

Oleh karena itu, mari selalu #IngatPesanIbu atau #IngatPesanBunda dengan #cucitangan, #pakaimasker saat keluar rumah, dan #jagajarak.

(mul/mpr)