Kamis, 24 Des 2020 20:00 WIB

Malaysia Juga Temukan Varian Baru Corona, Mirip Seperti yang di Afsel

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Otoritas Malaysia melaporkan total kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya telah melampaui 10 ribu kasus. Varian baru Corona yang mirip di Afrika Selatan ditemukan di Malaysia. (Foto: AP/Vincent Thian)
Jakarta -

Malaysia ikut melaporkan varian baru Corona pada Rabu (23/12/2020). Jenis baru COVID-19 ini dideteksi dari 60 sampel pasien Corona di Sabah.

Direktur jenderal Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah, mengatakan jenis baru Corona yang ditemukan adalah A701B. Mirip dengan mutasi Corona di Afrika Selatan.

Afrika Selatan sebelumnya menyebut varian baru Corona yang ditemukan memicu lonjakan kasus kematian. Bagaimana di Malaysia?

"Ini mirip dengan jenis yang ditemukan di Afrika Selatan, Australia, dan Belanda," katanya di dalam konferensi pers harian, dikutip dari Straits Times.

"COVID-19 selalu bermutasi, dan kami selalu memantau dan meneliti implikasi dari strain yang berbeda terhadap populasi," tuturnya.

Pihak Malaysia masih belum bisa memastikan apakah mutasi Corona satu ini lebih menular atau memperparah gejala. Dr Noor Hisham pun menyebut Malaysia ikut mewaspadai dan memantau varian baru Corona dari Inggris.

Namun, pemerintah tidak bermaksud untuk menarik kembali putusan karantina wajib dari 10 hari menjadi 14 hari karena ditemukannya mutasi Inggris.

"Jika kita melihat data putusan karantina kita, tidak banyak perbedaan antara 10 dan 14 hari isolasi. Sebagian besar, seseorang akan mengalami gejala dalam minggu pertama," tegasnya.

"Jika masa karantina hanya tujuh hari, maka mungkin risikonya tinggi, tapi 10 hari atau 14 hari tidak jauh berbeda, berdasarkan pengalaman kami," kata Dr Noor Hisham.

Sebelumnya, mutasi Corona D614G juga ditemukan di Malaysia dan mendominasi di sana. Indonesia juga termasuk yang melaporkan mutasi tersebut, tetapi dipastikan mutasi Corona ini tak membuat COVID-19 lebih menular atau lebih berbahaya.



Simak Video "Pakar Ingatkan Kemungkinan Varian Covid-19 Baru Lahir di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)