Minggu, 27 Des 2020 10:44 WIB

Kasus Aktif Corona Selalu Naik Usai Libur Panjang, Ini Datanya

Nurcholis Maarif - detikHealth
Poster Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 mengungkap tren kenaikan kasus aktif COVID-19 salah satunya selalu diawali dengan ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan dan masa libur panjang. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memaparkan data yang mendukung tren tersebut.

"Dapat disimpulkan, dalam setiap kenaikan kasus aktif selalu diiringi oleh kenaikan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan. Dan selalu berawal dari even libur panjang," ujar Wiku dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19, Minggu (27/12/2020).

Wiku membeberkan dari grafik perkembangan pada periode bulan Maret-Juli 2020, kasus aktif meningkat dari 1.107 kasus menjadi 37.342 kasus. Peningkatan pada periode ini membutuhkan waktu selama 4 bulan.

Pada periode ini peningkatan kasus aktif dibarengi dengan peningkatan testing COVID-19 secara mingguan hingga 50 persen. Pada periode ini juga terdapat masa libur panjang Idul Fitri tanggal 22-25 Mei 2020. Lalu pada periode bulan Agustus-Oktober, kasus aktif meningkat dari 39.354 menjadi 66.578 kasus. Peningkatan ini terlihat hanya dalam waktu 2 bulan.

Testing mingguan periode ini meningkat 40 persen dan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan juga meningkat, dari 28,57 persen menjadi 37,12 persen. Pada periode ini terjadi libur panjang di tanggal 17, 20 - 23 Agustus 2020.

"Kenaikan tertinggi dalam waktu yang tersingkat, terjadi pada periode bulan November hingga Desember ini. Kasus aktif meningkat dua kali lipat dari 54.804 kasus, menjadi 103.239 kasus hanya dalam waktu satu bulan," ujarnya.

Wiku mengatakan bahkan kenaikan kasus aktif ini, malah dibarengi dengan peningkatan testing yang lebih rendah dari sebelumnya yakni 40 persen. Sedangkan persentase daerah yang tidak patuh protokol kesehatan juga meningkat 48,01 persen. Pada periode ini terdapat masa libur panjang di tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Saat ini, kata Wiku, meskipun angka testing mingguan meningkat, tetapi tidak dibarengi dengan penurunan kasus aktif. Seharusnya meskipun testing meningkat, angka kasus aktif harus terus menurun. Hal ini menunjukkan, kondisi saat ini masih tingginya laju penularan sehingga masih banyak kasus baru yang ditemukan dari hasil pemeriksaan.

Selain itu, situasi seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat masih ceroboh. Sehingga mereka membahayakan diri sendiri dan orang lain di tengah pandemi yang belum berakhir ini.

Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2021 yang sedang berjalan ini, harusnya dapat dijadikan pembuktian bagi masyarakat untuk dapat berjalan dari pengalaman buruk yang sudah terjadi pada masa libur panjang sebelumnya. Tentunya masyarakat harus berperan mendukung upaya pemerintah dalam menekan laju kasus dan menurunkan angka kasus aktif.

"Mari kita menjadi kelompok masyarakat yang berperan dalam menyelamatkan diri sendiri, dan orang terdekat yang kita cintai dengan memilih untuk tidak berpergian dan menghindari kerumunan," pesan Wiku.

Oleh karena itu, masyarakat selalu terus diimbau untuk #ingatpesanibu dengan disiplin menerapkan 3M, yakni #memakaimasker, #menjagajarak, dan #mencucitangan seperti yang dikampanyekan Satgas COVID-19.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)