Para peneliti di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan alat yang bisa mendeteksi COVID-19 melalui hembusan napas. Alat bernama GeNose ini disebut bisa membantu proses screening karena diklaim akurat dan cukup murah hanya sekitar Rp 15-25 ribu per tes.
Ketua tim pengembang GeNose, Profesor Kuwat Triyana, menjelaskan lebih detail bagaimana cara GeNose bekerja. Ia menjelaskan alat tidak langsung mengidentifikasi kehadiran virus, melainkan lewat partikel senyawa tertentu yang dihembuskan oleh seseorang saat bernapas.
Prof Kuwat menyebut misalnya orang yang terinfeksi COVID-19 memiliki karakteristik menghembuskan lebih banyak senyawa ethyl butanoate dibandingkan orang sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pembedanya bukan munculnya senyawa baru tapi senyawa yang sudah ada itu lebih tinggi atau rendah," kata Prof Kuwat dalam konferensi yang disiarkan IA ITB Yogyakarta, Rabu (30/12/2020).
"Yang dideteksi adalah pattern atau pola senyawa kompleks yang keluar dari napas kita," lanjutnya.
Genose nantinya diharapkan bisa dipasang di tempat yang rawan keramaian seperti terminal. Orang-orang yang ingin bepergian bisa menghembuskan napasnya dalam kantong plastik khusus untuk kemudian diperiksa dengan GeNose sebagai langkah screening.
(fds/up)











































