Kamis, 31 Des 2020 08:45 WIB

Kasus Corona di Wuhan 10 Kali Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. Jumlah kasus Corona di Wuhan 10 kali lebih tinggi dari yang dilaporkan. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Wuhan, kota pertama kali virus Corona dilaporkan, memiliki jumlah kasus lebih tinggi dari yang selama ini dilaporkan. Studi dari otoritas kesehatan di Wuhan menyebut sekitar 4,4 persen dari 11 juta penduduk setempat telah mengembangkan antibodi Corona.

Dikutip dari France24, hal ini menunjukkan sekitar 480 ribu infeksi COVID-19, hampir 10 kali lipat dari perhitungan resmi yaitu sekitar 50 ribu kasus di kota tersebut.

China kerap mendapat kritik terkait penanganan pandemi Corona baik dari dalam dan luar negeri. Termasuk usaha untuk membungkam pelapor kasus COVID-19 di awal merebak hingga keterlambatan penanganan kasus.

Pada hari Senin, jurnalis warga Zhang Zhan dipenjara selama empat tahun karena melaporkan kondisi di dalam Wuhan selama puncak wabah Corona.

"Perbedaan yang diungkapkan oleh data CDC mungkin menunjukkan potensi ada kasus yang tidak dilaporkan karena kekacauan pada akhir Januari dan awal Februari, ketika banyak orang tak dites Corona tidak diuji secara akurat untuk COVID-19," kata Huang Yanzhong kesehatan global di Council on Foreign Relations (CFR), kepada AFP.

Qin Ying, seorang ahli serologi dari CDC mengatakan kepada AFP pada hari Rabu bahwa perbedaan data tidak hanya terjadi di China.

"Beberapa negara telah menerbitkan survei serologis serupa dan dalam banyak kasus, jumlah orang dengan antibodi terhadap virus Corona beberapa kali lebih tinggi daripada jumlah kasus yang dikonfirmasi," kata Qin.

"Jadi perbedaan semacam ini adalah fenomena yang tersebar luas," tegasnya.

CDC menambahkan bahwa hanya 0,44 persen populasi di provinsi Hubei tengah, di luar Wuhan, yang menunjukkan antibodi COVID-19, menunjukkan bahwa lockdown 77 hari di kota itu mungkin telah membantu mencegah penyebaran Corona.

Temuan survei terhadap lebih dari 34.000 orang di seluruh negeri yang dilakukan pada April itu baru dirilis Senin malam.

China tidak memasukkan kasus asimtomatik dalam penghitungan resminya, yang juga dapat menjelaskan perbedaan antara total kasus yang dikonfirmasi dan jumlah sebenarnya yang terinfeksi. Jumlah total kasus di China mencapai 87.027 kasus dengan 4.634 kematian, menurut data dari Komisi Kesehatan Nasional pada hari Rabu.



Simak Video "Lab Wuhan Terus Dikaitkan dengan Asal Corona, Apa Kata Tim WHO?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)