Rabu, 06 Jan 2021 08:00 WIB

WHO Kecewa, China Belum Berikan Izin Penelusuran Asal-usul COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
WUHAN, CHINA - JANUARY 31:  (CHINA OUT) A man wears a protective mask as he ride a bicycle across the Yangtze River Bridge on January 31, 2020 in Wuhan, China.  World Health Organization (WHO) Director-General Tedros Adhanom Ghebreyesus said on January 30 that the novel coronavirus outbreak has become a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).  (Photo by Stringer/Getty Images) WHO kecewa China belum berikan izin penelusuran asal-usul COVID-19. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihaknya sangat kecewa karena China masih belum mengizinkan masuknya tim ahli internasional untuk memeriksa asal-usul virus Corona.

Tim beranggotakan 10 orang itu dijadwalkan berangkat di awal Januari sebagai bagian dari misi yang telah lama ditunggu untuk menyelidiki kasus awal COVID-19 yang pertama kali dilaporkan setahun lalu di Wuhan, China.

"Hari ini kami mengetahui bahwa pejabat China belum menyelesaikan izin yang diperlukan untuk kedatangan tim (peneliti) di China," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers daring, dikutip dari Reuters, Rabu (6/1/2020).

"Saya telah melakukan kontak dengan pejabat senior China dan saya sekali lagi menjelaskan bahwa misi adalah prioritas WHO," lanjutnya kemudian.

Misi tersebut akan dipimpin oleh Peter Ben Embarek, ahli penyakit hewan, yang pergi ke China untuk misi pendahuluan Juli lalu.

Dua anggota tim internasional telah memulai perjalanan mereka ke China. Satu sekarang telah berbalik dan yang lainnya sedang transit di negara ketiga, kata kepala darurat Mike Ryan.

Menjelang perjalanan tersebut, Beijing telah berusaha untuk membentuk narasi tentang kapan dan di mana pandemi dimulai. Diplomat senior Wang Yi mengatakan "semakin banyak penelitian" menunjukkan bahwa hal COVID-19 muncul di berbagai wilayah.

China berkali-kali menepis kritik atas penanganan kasus awal yang muncul pada akhir 2019, meskipun beberapa termasuk Presiden AS Donald Trump telah mempertanyakan tindakan Beijing selama wabah tersebut.



Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)