Kamis, 07 Jan 2021 17:40 WIB

Satgas Ungkap Data Kematian COVID-19 pada Anak, Ini Rinciannya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
PAN DKI Jakarta memasang wi-fi gratis di sejumah titik wilayah di Ibu Kota. Kawasan Cipete Utara turut jadi salah satu area yang dipasangi wi-fi gratis tersebut Data kematian COVID-19 pada Anak di Indonesia. (Foto ilustrasi: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 mengungkap data provinsi yang memiliki angka kematian terbanyak akibat virus Corona pada anak dengan rentang usia sekolah.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan bahwa kelompok anak usia sekolah menyumbang 8,87 persen atau sebesar 59.776 kasus dari total kasus Corona di Indonesia.

"Data COVID-19 pada rentang usia sekolah diketahui bahwa jumlahnya menyumbang sebesar 8,87 persen dari total kasus nasional," kata Wiku di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1/2021).

Wiku menjelaskan, rentang usia sekolah ini dibagi menjadi 5 kelompok, yakni usia 0-2 tahun (setara Paud), 3-6 tahun (setara TK), 7-12 tahun (setara SD), 13-15 tahun (setara SMP), dan 16-18 tahun (setara SMA).

Berikut daftar 3 provinsi teratas yang memiliki angka kematian tertinggi akibat virus Corona COVID-19 pada anak dengan rentang usia sekolah.

0-2 tahun (setara Paud):

- Sulawesi Utara (6,78 persen)
- Nusa Tenggara Barat (4,72 persen)
- Nusa Tenggara Timur (4,35 persen).

3-6 tahun (setara TK):

- Jawa Timur (4,6 persen)
- Riau (0,73 persen)
- Kepulauan Riau (0,72 persen).

7-12 tahun (setara SD):

- Jawa Timur (4,6 persen)
- Gorontalo (1,49 persen)
- Sulawesi Tengah (1,47 persen).

13-15 tahun (setara SMP):

- Jawa Timur (4,96 persen)
- Gorontalo (2,08 persen)
- Nusa Tenggara Barat (0,85 persen).

16-18 tahun (setara SMA):

- Jawa Timur (4,62 persen)
- Gorontalo (1,64 persen)
- Aceh (1,53 persen).



Simak Video "Pesan Dokter Jika Anak Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)