Sabtu, 09 Jan 2021 15:00 WIB

Terpopuler Sepekan: 5 Tanda Infeksi Corona Sudah Menyebar ke Paru-paru

Farah Nabila - detikHealth
Mutasi virus corona yang membingungkan para ilmuwan Virus Corona COVID-19. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Beragam gejala COVID-19 dialami pasien yang terinfeksi virus Corona. Bahkan, ada juga pasien yang tak menunjukan gejala COVID-19. Umumnya kondisi parah terjadi saat virus Corona sudah menyerang sistem pernapasan.

Menurut Dr Arvind Mohan, Ketua Institute of Chest Surgery, Chest Onco-Surgery & Lung Transplantation, penurunan fungsi paru-paru sering kali menjadi masalah yang terkait dengan COVID-19 dan dapat berlangsung lama. Pneumonia akibat COVID-19 juga merupakan penyebab kematian yang umum terjadi.

Dikutip dari Times of India, masalah paru-paru dan komplikasi paru terkait COVID-19 hingga kini masih menjadi salah satu kondisi fatal saat terinfeksi. Hal ini juga sebagai salah satu faktor gejala COVID-19 ringan yang bisa menjadi parah.

Berdasarkan jurnal yang dimuat John Hopkins Medicine, gejala COVID-19 yang menjadi pertanda virus Corona sudah menyebar ke paru-paru bisa dilihat dari beberapa tanda seperti berikut.

1. Batuk terus menerus

Virus Corona bisa menginfeksi paru-paru dan membuat seseorang terkena serangan batuk yang parah. Namun, batuk yang berlangsung secara terus menerus perlu diwaspadai.

Batuk terus menerus bisa menjadi tanda awal komplikasi paru-paru akibat COVID-19. Hal ini dapat dilihat dalam rentang waktu dua hingga tiga minggu usai pertama kali terpapar COVID-19.

Selain itu, batuk yang keras dan terus-menerus juga bisa menjadi tanda gejala COVID-19 yang berkepanjangan.

2. Mengalami sesak napas

Sesak napas atau dispnea adalah masalah yang biasanya terjadi jika ada gangguan fungsi paru-paru. Kondisi ini membuat oksigen sulit masuk ke paru-paru.

Bagi pengidap COVID-19, terutama mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, umumnya mengalami sesak napas. Tetapi, bisa juga mengalami penurunan saturasi oksigen dan berakibat fatal dalam waktu singkat.

Pasien COVID-19 yang mengalami sesak napas membutuhkan bantuan oksigen dengan ventilator. Namun hal ini juga dapat menimbulkan masalah pasca sembuh, karena pasien tersebut mungkin memerlukan bantuan dan dukungan tambahan untuk melanjutkan fungsi paru-paru kembali normal.

3. Nyeri dada tiba-tiba

Saat ini para dokter memperingatkan bahwa kesulitan bernapas atau mengalami nyeri dada secara tiba-tiba dapat menjadi tanda kerusakan paru-paru terkait virus Corona semakin memburuk. Bahkan pasien yang terinfeksi virus Corona tersebut bisa mengalami ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome).

Baik itu tanda ringan atau fatal,ARDS dan komplikasi terkait bisa jadi tanda peradangan di paru-paru dan dapat menimbulkan dampak yang bertahan lama, seperti jaringan parut paru-paru. Oleh karena itu, perlu mewaspadai kondisi ini.

4. Tanda-tanda infeksi lain mulai terlihat

Komplikasi paru-paru atau dada yang memburuk akibat COVID-19 dapat membuat tubuh lebih mudah menjadi terkena penyakit lain dan infeksi yang mematikan. Seperti sepsis, yang dapat terjadi ketika virus masuk ke aliran darah dan mulai menyerang jaringan sehat di tubuh, termasuk jantung dan paru-paru.

Dalam beberapa kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen. Jika seseorang mengalami gejala yang berhubungan dengan memburuknya fungsi organ vital dan tidak melihat berkurangnya gejala lain, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis.

5. Badai sitokin

Kondisi badai sitokin membuat pasien Corona bisa mengalami kesulitan bernapas. Pasalnya, sitokin terus mengirim sinyal sehingga sel-sel kekebalan tubuh terus berdatangan di luar kendali.

Akibatnya, paru-paru bisa mengalami peradangan parah karena sistem kekebalan tubuh berusaha terus untuk membunuh virus. Peradangan ini juga bisa terus terjadi meski sudah tak ada infeksi.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru yang bertahan lama dan fungsi paru-paru juga terganggu. Oleh karena itu, perlu diperhatikan gejala COVID-19 yang muncul hari ke hari.



Simak Video "Reaksi Kulit yang Bisa Terjadi Pada Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)