Minggu, 10 Jan 2021 16:19 WIB

Fakta Baru Varian Corona Inggris: Bisa Ganggu Hasil Tes COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Apakah Mutasi Virus Corona Akan Mengubahnya Jadi Jinak? Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: DW (News))
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan, varian baru virus Corona yang ditemukan di Inggris bisa menyebabkan hasil negatif palsu dari beberapa alat tes COVID-19 molekuler.

Dikutip dari laman Reuters, FDA telah memberi tahu staf laboratorium dan penyedia layanan kesehatan tentang kemungkinan hasil negatif palsu dan meminta mereka untuk mempertimbangkan hasil itu serta menggunakan tes berbeda jika masih dicurigai.

Direktur National Institutes of Health Francis Collins mengatakan pada minggu ini varian baru virus Corona COVID-19 yang lebih menular yang melanda Inggris telah dilaporkan setidaknya di lima negara bagian AS.

Para ilmuwan menyatakan, vaksin yang baru dikembangkan harus sama efektifnya terhadap varian baru virus corona.

Menurut FDA, alat uji TaqPath buatan Thermo Fisher dan Linea dari Applied DNA Sciences ditemukan secara signifikan mengurangi sensitivitas dari mutasi, termasuk varian B.1.1.7 atau yang disebut varian Inggris.

Namun, FDA menjelaskan, pola deteksi kedua alat tes tersebut bisa membantu identifikasi awal varian baru virus Corona pada pasien.

Selain itu, FDA menambahkan, kinerja alat uji Accula bikinan Mesa Biotech juga terpengaruh oleh varian baru virus Corona.

Hanya, Mesa Biotech mengatakan, alat uji virus Corona buatan mereka akan mentolerir variasi genetik yang disajikan oleh strain baru dan seharusnya tidak berdampak pada kinerja alat.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Varian Virus Corona yang Berbeda di Nigeria"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/naf)