Senin, 11 Jan 2021 05:30 WIB

4 Tips Mengatasi Fobia Terbang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Basarnas kembali menerima 8 body bag terkait evakuasi Sriwijaya Air SJ182. Lima dari 8 body bag itu berisi potongan tubuh manusia. Bayangan pesawan jatuh swaktu-waktu selalu memhantui pengidap fobia terbang (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Statistik boleh saja mengatakan bahwa pesawat terbang adalah moda transportasi paling aman. Namun bagi pengidap fobia terbang atau aviophobia, bayangan bahwa pesawat bisa jatuh sewaktu-waktu tidak selalu mudah untuk dihilangkan.

Menurut penelitian, sekitar 2,5 persen hingga 40 persen orang mengalami gangguan anxiety terkait fobia terbang. Siapapun bisa mengalami dengan derajat yang berbeda-beda, dari yang sekadar gelisah hingga takut berlebih yang bisa dikategorikan fobia.

Beberapa kondisi bisa memperburuk fobia terbang. Misalnya claustrophobia atau takut berada di ruang tertutup dan sempit, juga acrophobia atau takut ketinggian.

Dikutip dari Verywellmind, fobia terbang juga bisa diperburuk oleh kondisi fisik seperti sinus atau penyumbatan telinga bagian tengah, karena bisa memicu pusing saat terbang. Demikian juga dengan vertigo, yang kadang-kadang memburuk di ketinggian.

Bagaimana mengatasi fobia terbang? Beberapa terapi kejiwaan bisa dilakukan untuk meredakan berbagai pikiran negatif saat terbang dengan pesawat. Namun ada beberapa hal yang juga bisa dilakukan sendiri.

Di antaranya:

1. Mengedukasi diri sendiri

Mempelajari bagaimana pesawat bekerja, kenapa turbulensi terjadi, akan membuat penerbangan jadi lebih tidak menakutkan.

2. Identifikasi pikiran-pikiran negatif

Beberapa ketakutan yang muncul saat terbang terkadang tidak dilandasi oleh pikiran yang rasional. Menggantikannya dengan hal-hal yang lebih realistis akan membantu menenangkan pikiran.

3. Kenali penyebab

Ada berbagai penyebab seseorang mengalami fobia terbang, misalnya karena takut ketinggian. Lalu atasi penyebabnya, misalnya dengan memilih tempat duduk yang tidak dekat jendela agar tidak harus melihat ke bawah.

4. Pelajari teknik relaksasi

Meditasi, olah pernapasan, atau bahkan stretching mungkin bisa meredakan kegelisahan akibat fobia terbang. Beberapa orang juga sangat terbantu dengan memanjatkan doa, berserah diri pada Yang Maha Kuasa.



Simak Video "2 Metode Proses Identifikasi Antemortem Korban Sriwijaya Air"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)