Rabu, 13 Jan 2021 17:32 WIB

Usai Disuntik Vaksin Corona Sinovac, Butuh Berapa Lama Kekebalan Tubuh Terbentuk?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kota Yogyakarta dan Sleman jadi daerah prioritas penerima vaksin COVID-19. Rencananya proses vaksinasi di Yogyakarta akan digelar pada Kamis (14/1) depan. Ilustrasi vaksinasi COVID-19. (Foto: Pius Erlangga/Detikcom)
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah mulai dilakukan hari ini, Rabu (13/1/2021). Pada tahap awal, Indonesia menggunakan vaksin Corona buatan Sinovac.

Lantas butuh berapa lama agar kekebalan tubuh terhadap COVID-19 bisa terbentuk?

Menurut dokter penyakit dalam dari Eka Hospital BSD, Dr dr Indra Wijaya, SpPD-KEMD, MKes, FINASIM, rata-rata kekebalan tubuh terhadap COVID-19 bisa terbentuk secara optimal setelah penyuntikan dosis kedua vaksin. "Contohnya, Sinovac itu rentang dua minggu atau 14 hari, first dose dan second dose," ujarnya dalam IG Live Eka Hospital BSD bertajuk 'Mengenal Vaksin Virus Corona', Rabu (13/1/2021).

dr Indra menjelaskan, penyuntikan dosis pertama vaksin Corona bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar dapat membentuk antibodi dalam melawan penyakit, yakni COVID-19.

"Tujuannya supaya first dose mengenali antigen, antigen itu vaksin yang kita inject, kemudian badan kita bisa membentuk antibodi di titer tertentu," jelas dr Indra.

"Kemudian second dose itu dia bisa jadi lebih tinggi lagi (antibodinya)," tambahnya.

Bahkan, kata dr Indra, antibodi yang diciptakan dari vaksin Corona Sinovac masih akan tetap tinggi atau optimal dalam waktu 3 bulan ke depan. Namun, hingga kini masih belum diketahui berapa lama kekebalan tubuh tersebut dapat bertahan di dalam tubuh.

"Vaksin sudah 3 bulan juga masih tinggi sekali antibodinya yang terbentuk dari Sinovac," ucap dr Indra.

"Cuman ini yang masih kita lakukan penelitian apakah sampai 6 bulan, setahun, dan sebagainya. Kita lihat contoh dari vaksin flu, itu dilakukan setahun sekali dan mungkin saja COVID-19 juga diminta untuk setahun sekali. Kita tunggu saja penelitiannya," tuturnya.



Simak Video "Di Balik Keputusan Brasil Tangguhkan Uji Vaksin Sinovac China"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)