Jumat, 15 Jan 2021 11:32 WIB

Heboh Spekulasi Vaksin Jokowi Berbeda, Ini Faktanya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Presiden Jokowi diduga menggunakan vaksin COVID-19 yang berbeda. Presiden Jokowi diduga menggunakan vaksin COVID-19 yang berbeda. (Foto: Tangkapan Layar: SS Viral)
Jakarta -

Belakangan, isu tentang vaksin Jokowi berbeda ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, tak sedikit netizen yang menduga Presiden Jokowi menggunakan jenis vaksin COVID-19 yang berbeda dan bukan buatan Sinovac.

Salah satunya diungkapkan oleh seorang netizen di Twitter, @da**tn*h, yang menyebut adanya kejanggalan pada kemasan vaksin COVID-19 Sinovac yang diberikan pada Jokowi, Rabu (13/1/2021) kemarin.

"Kemasan vaksin Sinovac setau saya ga pake ampulan. Di dalam box vaksin sudah ada spuit khusus yg sdh ada vaksinnya," tulis @da**tn*h.

"Jadi tenaga medis tinggal tusuk aja. Jadi yang Jokowi pake apa?" tambahnya.

Apakah benar vaksin Jokowi berbeda?

Dikutip dari CNNIndonesia, berdasarkan penelusuran Turnbackhoax, kemasan vaksin COVID-19 Sinovac yang tidak memakai ampul (wadah obat) secara terpisah, karena di dalam box tersebut sudah ada spuit (alat suntik) khusus yang ada vaksinnya.

Diketahui, kemasan vaksin COVID-19 Sinovac yang diunggah akun Twitter tersebut merupakan kemasan untuk uji klinis. Dalam kemasan uji klinis memang terdapat wadah vaksin sekaligus jarum suntik seperti pada foto yang beredar di media sosial.

Sementara pada kemasan vaksinasi yang diberikan kepada Jokowi, hanya terdiri dari vial single dose atau botol dosis tunggal sekali pakai.

Dilansir dari situs resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), vial single dose adalah botol obat cair yang ditunjukkan untuk pemberian parenteral (injeksi atau infus) yang dimaksudkan untuk digunakan pada satu pasien atau untuk satu kasus, prosedur, injeksi.

Botol dosis tunggal atau sekali pakai diberi label seperti itu oleh pabrikan dan biasanya tidak memiliki pengawet antimikroba.

Selain itu, vaksin COVID-19 Sinovac yang telah mendapat persetujuan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk program vaksinasi memiliki kemasan yang berbeda dengan kemasan pada uji klinis, yakni tidak ada tulisan 'Only for Clinical Trial'.

Hal ini membuat dugaan vaksin Jokowi berbeda menjadi kurang tepat. Jokowi telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac yang sudah mendapat izin EUA dari BPOM pada 13 Januari kemarin di Istana Merdeka, Jakarta.



Simak Video "Menlu: Besok Vaksin Sinovac Tahap 2 Tiba di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)