Jumat, 15 Jan 2021 20:00 WIB

Indonesia Hattrick Rekor Corona, Waspadai Titik Lengah Penularan!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Seorang warga mengikuti rapid tes antigen di Tebet, Jakarta, Selasa (29/12/2020). Ilustrasi rapid test Corona (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Selama 3 hari berturut-turut, kasus harian virus Corona COVID-19 selalu mencetak rekor baru. Hari ini, tercatat 12.818 kasus baru sehingga totalnya menjadi 882.418 kasus positif.

Juru bicara vaksinasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI mengatakan, salah satu faktor yang memicu peningkatan adalah ketidakdisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya, sering melepas masker.

"Berkerumun itu akan memancing kita (melepas masker)," kata Prof Iris dalam talk show Jangan Ragu Vaksin, Jumat (15/1/2021).

Pancingan-pancingan untuk melepas masker seringkali menjadi titik lengah yang membuat risiko penularan COVID-19 meningkat. Misalnya saat makan bersama, nonton bioskop, dan tentu saja jalan-jalan ke mal.

"Kalau nggak perlu ke luar rumah, jangan. Karena sekarang penularan lebih banyak di family, artinya ke dalam rumah sendiri," jelas Prof Iris.

"Di rumah sakit sudah betul-betul pakai APD (alat pelindung diri) lengkap, pas di rumah ada keluarga keluar masuk itu bisa menularkan," lanjutnya.

Adanya vaksin COVID-19 yang mulai disuntikkan saat ini juga bisa membuat terlena. Diingatkan, vaksin baru akan memberikan efek individual sekitar 2 minggu setelah penyuntikan dosis kedua.

Vaksin juga baru akan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity setelah 70 persen populasi mendapat vaksinasi, yang artinya butuh waktu lebih lama lagi. Karenanya, protokol kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, tetap harus diterapkan.



Simak Video "Satgas: Mobilitas Meroket, Pengawasan Prokes Malah Makin Longgar"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)