Senin, 18 Jan 2021 05:48 WIB

Round Up

Serius! Dikembangkan ITS, Tes Corona Kini Bisa Pakai Bau Ketiak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Young woman with sweating under armpit in yellow dress isolated on gray - retro style Alat tes corona i-nose c-19 menggunakan sampel bau ketiak (Foto: Getty Images/iStockphoto/andriano_cz)
Jakarta -

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan sebuah inovasi yang menarik. Mereka membuat alat screening untuk mendeteksi COVID-19 lewat bau ketiak!

Ilmuwan yang mengembangkannya adalah Prof Drs Ec Ir Riyanarto, M.Sc, PhD, yang merupakan guru besar Teknik Informatika di kampus tersebut. Ia menamakan alat buatannya 'i-nose c-19'.

Diklaim, 'i-nose c-19' merupakan alat deteksi COVID-19 pertama di dunia yang menggunakan sampel bau keringat dari ketiak atau axillary sweat odor. Sampel tersebut diambil dan diproses dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

"Keringat ketiak adalah non-infectious, yang berarti limbah maupun udara buangan i-nose c-19 tidak mengandung virus Covid-19," kata Prof Riyan, menjelaskan kelebihan alat ini, dikutip dari its.ac.id, Senin (18/1/2021).

its surabayaAlat pendeteksi COVID-19 lewat bau ketiak i-nose c-19. Foto: Humas ITS

Kelebihan lain dari alat ini adalah semua proses dilakukan dalam satu alat, sehingga hasil bisa diperoleh dengan lebih cepat. Alat ini juga dilengkapi fitur near-field communication (NFC) sehingga pengisian data cukup dilakukan dengan menempelkan e-KTP.

Menurut Prof Riyan, teknologi yang diusung i-nose c-19 sudah dikembangkan sejak 4 tahun lalu, sebelum ada COVID-19. Setelah disesuaikan, alat tersebut kini sedang menjalani uji klinis tahap satu dan diharapkan bisa segera mendapat izin edar.



Simak Video "Cegah Klaster PTM, Puluhan Anak SMP Jalani Tes Antigen"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)