Senin, 25 Jan 2021 08:38 WIB

Kata Dokter Paru soal Viral PDIP Bali Tiup Lilin Suap-Suapan Satu Sendok

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
gubernur Bali I Wayan Koster Viral acara di Bali. (Foto: Angga Riza/detikcom)
Jakarta -

Viral video acara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP di Bali saat sesi tiup lilin bersama hingga suap-suapan tumpeng dengan alat makan yang sama. Banyak netizen yang menyoroti momen tersebut.

Dalam video viral tersebut terlihat tiga orang, yaitu meniup lilin yang sama dengan melepas masker terlebih dulu. Saat dimintai konfirmasi, Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster mengatakan acara tersebut adalah bentuk syukuran PDIP Bali atas penyelenggaraan Pilkada 2020 di Pulau Dewata tersebut. Acara tersebut diselenggarakan hari Sabtu (23/1).

"Acara penyampaian terimakasih kepada penyelenggara Pilkada, KPUD, Bawaslu Daerah, Kapolda dan Pangdam atas penyelenggaraan Pilkada yang telah berjalan dengan lancar, aman, damai dan sukses dalam masa pandemi COVID-19," ujar Koster yang juga Gubernur Bali kepada detikcom, Senin (25/1/2021).

Seberapa besar risiko penularan COVID-19 saat meniup lilin?

Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), dr Erlang Samoedro, SpP(K) menjelaskan risiko tiup lilin bersama sama saja dengan penularan COVID-19 yang terjadi saat batuk.

"Sama saja berisiko tinggi terinfeksi, sama seperti batuk kan," jelasnya saat dihubungi detikcom Senin (25/1/2021).

Meskipun misalnya orang-orang tersebut sudah dites Corona dan negatif, risiko penularan disebut dr Erlang masih ada. Terlebih perayaan dilakukan kumpul-kumpul dengan banyak orang.

"Iya gimana risiko tertular COVID-19 dari asimtomatik, bisa saja terpapar saat dia nggak menunjukkan gejala. Sudah dites bukan berarti bebas Corona, tesnya juga pakai tes apa dulu," sebutnya.

Patrick Kachur, professor of population and family health di Universitas Columbia menjelaskan risikonya bisa lebih tinggi dari seseorang yang berbicara biasa. Menurutnya, lebih baik hindari kegiatan seperti ini terlebih dahulu di masa pandemi Corona.

"Meniup lilin dapat mengeluarkan partikel virus, sama seperti bernapas, berbicara, bernyanyi, berteriak, batuk dan bersin, dan risiko penularan COVID-19 menjadi tinggi jika orang tersebut terinfeksi," kata S Patrick Kachur.

Begitu pula dengan orang yang menggunakan alat makan bersama. Seseorang bisa tertular COVID-19 dari virus yang bisa menempel di peralatan makan tersebut.

Berdasarkan studi WHO, virus Corona bahkan dapat bertahan di plastik dan baja tahan karat hingga 72 jam. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan pada alat makan sehingga tidak tertular dari peralatan atau permukaan yang terkontaminasi COVID-19.



Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)