Jumat, 29 Jan 2021 05:35 WIB

Studi Anjurkan Pasien COVID-19 Dirawat Jika Punya 2 Gejala Ini

Zintan Prihatini - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Gejala umum COVID-19 meliputi batuk, demam, sesak napas, kelelahan, hingga anosmia. Kondisi itu mungkin bisa berbeda pada setiap orang yang terinfeksi.

Dikutip dari laman Express, penelitian tengah dilakukan dengan menggunakan aplikasi COVID Symptom Study yang melacak pergerakan virus dan mengumpulkan serta menganalisis data tentang gejala COVID-19 dari jutaan penggunanya. Penelitian itu dilakukan untuk memahami tingkat keparahan gejala COVID-19, dari yang ringan hingga gejala apa yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Analisis data aplikasi tersebut dilakukan oleh peneliti dari King's College London, Dr Claire Steves dan profesor Tim Spector di King's College London pada Oktober lalu. Studi ini berfokus pada data dari 4.182 pengguna aplikasi COVID Symptom Study yang secara konsisten mencatat kesehatan mereka setelah dinyatakan positif COVID-19 melalui pengujian swab PCR.

Pada pasien dengan gejala yang lama seperti demam terus-menerus dan tak mau makan merupakan tanda bahwa pasien perlu segera dirawat. Para peneliti pun memberikan sejumlah informasi tambahan tentang gejala Long COVID.

Long COVID biasanya mengacu pada gejala yang masih dialami beberapa minggu atau bulan setelah infeksi COVID-19 hilang. Namun, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar pulih dari virus Corona akan berbeda pada setiap orang.

Gejala Long COVID dibagi menjadi dua kelompok. Pada kelompok pertama pasien mengalami gejala batuk, sesak nafas, kelelahan, hingga sakit kepala. Gejala kedua terkait dengan multi sistem, yang memengaruhi bagian tubuh seperti otak, usus, dan jantung

Pasien COVID-19 lebih sering merasakan gejala di jantung seperti palpitasi atau detak jantung cepat, kesemutan atau mati rasa, dan brain fog. Orang dengan Long COVID berpotensi sebanyak 16 persen akan bergejala kembali bahkan setelah pulih.

Sementara itu 13,3 persen pengguna aplikasi dilaporkan kembali normal dalam 11 hari atau kurang, 4,5 persen pengguna masih sakit selama delapan minggu, 2,3 persen pengguna lainnya sakit lebih dari 12 minggu. Temuan peneliti tersebut merupakan perkiraan yang digunakan untuk mencari tahu tingkat risiko Long COVID pada pasien.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)