Agar Tak Salah, Ini Cara Membedakan Bercak Kusta Vs Panu

ADVERTISEMENT

Agar Tak Salah, Ini Cara Membedakan Bercak Kusta Vs Panu

Ayunda Septiani - detikHealth
Jumat, 29 Jan 2021 13:37 WIB
Mantan pengidap kusta di kampung Sitanala
cara membedakan kusta vs panu(Foto ilustrasi: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Kusta dan panu kerap sulit dibedakan karena sama-sama menimbulkan bercak di kulit. Dokter kulit dari Persatuan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) dan Sekretaris Kelompok Studi Morbus Hansen Indonesia (KSMHI) dr Zunarsih, SpKK menyebut ada beberapa perbedaan antara kusta dan panu.

dr Zunarsih mengatakan untuk membedakan panu dan kusta yang pertama, bercak yang timbul karena kusta awalnya dari kecil, tapi lama kelamaan menjadi besar. Lalu, dari sedikit bisa menjadi banyak.

"Kalau misalnya seseorang panu, dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu dia langsung banyak. Jadi kalau kulitnya bercak putih seperti panu dengan dikasih obat panu tapi tidak sembuh-sembuh, nah itu biasanya kusta," jelas dr Zunarsih dalam Temu Media Hari Kusta Sedunia Tahun 2021, Jumat (29/1/2021).

Selain itu, dr Zunarsih menambahkan, bercak kusta menyerang saraf, jadi bercak putihnya cenderung lebih kering daripada kulit di sekitarnya.

"Bagaimana lebih tau lebih kering? Kalau diraba biasanya lebih kasar dan bersisik, kemudian kalau pasien tersebut berkeringat, area di sekitarnya kan basah berkeringat, dan area bercak putih tidak akan mengeluarkan keringat, itu salah satu tandanya," pungkasnya.

Kementerian Kesehatan RI mencatat ada lebih dari 9 ribu kasus baru kusta di 2020. Penambahan kasus menurun dibandingkan tahun 2019 sebanyak 17.439 kasus baru.

Total jumlah kasus kusta yang terdaftar di Kemenkes hingga kini mencapai 16.704 kasus. Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid menyebut dari total kasus, ada 9,14 persen anak yang terpapar kusta.

"Artinya cukup tinggi, masih ada penularan kasus kusta pada anak, yang berarti penularan dari orang terdekat dari orang yang serumah hingga pengasuh anak," sebut dr Nadia dalam Temu Media Hari Kusta Sedunia Tahun 2021, Jumat (29/1/2021).



Simak Video "Minimalisir Kecacatan, P2PML Kemenkes Kampanyekan Eliminasi Kusta"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT