Sabtu, 30 Jan 2021 14:09 WIB

Terpopuler Sepekan

Gejala Corona Ini Disebut Studi Paling Khas dan Bertahan Lama

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Portrait of young woman putting on a protective mask for coronavirus isolation Ini gejala COVID-19 paling khas dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Beragam gejala bisa muncul saat seseorang terinfeksi Corona, seperti demam, batuk kering, hingga sesak napas. Tetapi, dari banyaknya gejala COVID-19 ini salah satunya bisa berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Menurut studi yang dipublikasi dalam jurnal Chemical Senses menunjukkan gejala kehilangan kemampuan penciuman dan pernapasan atau anosmia menjadi salah satu gejala COVID-19 yang paling khas dan bisa berlangsung dalam waktu yang lama.

Untuk mengetahuinya, studi tersebut meneliti lebih dari 4.500 pasien yang terinfeksi COVID-19 di dunia. Hasilnya diketahui bahwa hilangnya kemampuan indra penciuman inilah yang banyak dialami hingga 79,7 persen.

"Ini menekankan pentingnya mewaspadai gejala tersebut, yang mungkin menjadi satu-satunya gejala pada penyakit ini," ujar Alexander Wieck Fjaeldstad, seorang peneliti dari Aarhus University di Denmark, yang dikutip dari NDTV.

Pada studi yang sama, para peneliti menemukan hanya sekitar setengah dari pasien COVID-19 yang kemampuan indra penciumannya bisa kembali setelah 40 hari. Menurut Fjaeldstad, gejala ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dalam jangka waktu yang lama, baik terkait makanan, kontak sosial, dan membuat mereka khawatir.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa kemampuan indra perasa juga bisa berkurang secara signifikan menjadi 69 persen.

"Sementara hilangnya kemampuan mencium itu sendiri bisa menghilangkan kemampuan untuk merasakan aroma makanan, karena sulit untuk mengecap apa yang kamu makan. Oleh karena itu, memasukkan makanan ke dalam mulut dapat menjadi pengalaman yang jelas tidak menyenangkan," kata Fjaeldstad.

Terkait penyebabnya, Fjaeldstad mengatakan kemungkinan gejala anosmia yang muncul ini berkaitan erat dengan bagaimana virus Corona itu menginfeksi tubuh.



Simak Video "Reaksi Kulit yang Bisa Terjadi Pada Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)