Senin, 01 Feb 2021 17:28 WIB

Fakta-fakta Corona dengan Komorbid Asma Seperti Dialami Soraya Abdullah

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Soraya Abdullah meninggal karena Corona Soraya Abdullah meninggal karena Corona. ((Foto: dok. Instagram Soraya Abdullah)
Jakarta -

Kabar duka kembali datang dari kalangan artis. Soraya Abdullah meninggal dunia, artis yang sudah hijrah dan mengubah penampilannya dengan bercadar itu meninggal karena COVID-19.

Kabar kepergiannya disampaikan teman-teman artis termasuk Indadari. Indadari menuliskan kabar Soraya Abdullah meninggal dunia pada laman Instagram pribadinya.

Pada keterangannya, Indadari juga menjelaskan penyebab meninggalnya Soraya Abdullah. Indadari menuliskan Soraya Abdullah terpapar Corona.

"Telah meninggal dunia Soraya Abdullah Balfas siang ini di RS Siloam Kelapa Dua, Tangerang dgn diagnosa Covid komorbid Asma," ungkap Indadari.

Pengidap asma masuk dalam daftar kondisi berisiko kritis akibat COVID-19 di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini dikarenakan COVID-19 umumnya mempengaruhi saluran pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) pun menjelaskan dalam laman resminya, infeksi COVID-19 pada pengidap asma bisa memicu pneumonia hingga penyakit pernapasan akut. Mengapa begitu?

"Asma adalah penyakit radang, dengan infeksi pernapasan menjadi salah satu penyebab paling umum, ini berarti pasien dengan asma dapat mengalami eksaserbasi (perburukan gejala) asma mereka, efek virus corona COVID-19," kata Jack Stewart, MD, ahli paru di Rumah Sakit St Joseph di Orange County, California, Amerika Serikat.

Namun sebuah studi pada 150 pasien Corona di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menunjukkan belum ada peningkatan yang terlihat signifikan pada pasien asma saat terinfeksi COVID-19.

"Pesan untuk pasien adalah, jika mereka tertular COVID-19 tidak ada alasan untuk percaya bahwa penyakit mereka akan lebih parah daripada orang lain," kata peneliti kepada MedPage Today.

"Tetapi penting bagi mereka untuk tetap menggunakan obat asma mereka. Sangat penting saat ini untuk tidak membiarkan asma lepas kendali," sebut peneliti.

Meski begitu, CDC yang memperbarui pedoman pada 20 Januari, masih memperingatkan bahwa orang dengan asma sedang hingga berat mungkin berisiko lebih tinggi menjadi sangat kritis akibat COVID-19.

Catat pesan CDC untuk pasien asma di masa pandemi Corona.

- Pastikan memiliki persediaan obat setidaknya untuk 30 hari.
- Hubungi penyedia layanan kesehatan atau tim perawatan jika memiliki kekhawatiran tentang kondisi atau mungkin mengira telah terpapar COVID-19, memiliki tanda atau gejala COVID-19.
- Jika tidak memiliki penyedia layanan kesehatan, hubungi pusat kesehatan komunitas terdekat atau fasilitas kesehatan.
- Minta anggota keluarga yang tidak menderita asma membersihkan dan mensterilkan rumah secara rutin.

Saat mereka menggunakan produk pembersih dan desinfektan, minta mereka:

- Pastikan penderita asma tidak berada di dalam ruangan.
- Hindari penggunaan disinfektan yang diketahui memicu serangan asma.
- Buka jendela atau pintu dan gunakan kipas angin yang menghembuskan udara ke luar ruangan.
- Untuk meminimalkan pembersih menyebar di udara, semprotkan produk semprotan ke kain pembersih atau handuk kertas alih-alih menyemprotkan produk langsung ke permukaan pembersih (jika label produk memungkinkan).



Simak Video "Ramai Varian Corona Baru, Apakah Mutasi Virus Selalu Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)