Selasa, 02 Feb 2021 13:33 WIB

China Tangkap 80 Orang Terkait 3.000 Dosis Vaksin Corona Palsu

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
jarum suntik dan ampul obat Pihak kepolisian China telah menangkap 80 orang terkait kasus pembuatan vaksin Corona palsu. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Sebanyak lebih dari 80 orang di China telah ditangkap polisi terkait pembuatan vaksin Corona palsu. Sekitar 3.000 dosis vaksin palsu pun disita oleh pihak kepolisian.

Dilaporkan Xinhua, para tersangka diketahui telah melakukan aksi penipuan ini sejak September 2020. Disebutkan, mereka membuat vaksin palsu dengan cara menyuntikkan garam ke dalam jarum suntik.

"(Mereka) telah meraup untung besar dengan memasukkan larutan garam ke dalam injector untuk memproses dan membuat vaksin Corona palsu dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi," ucap pihak dari otoritas keamanan China, dikutip dari CNN.

Menurut keterangan yang didapat surat kabar Global Times dari sumber dekat produsen vaksin Corona di China, para tersangka kemungkinan hendak mengekspor vaksin palsu buatannya ke luar negeri.

Diketahui, China juga tengah melakukan vaksinasi COVID-19 kepada warganya. Vaksin Corona yang digunakan di antaranya merupakan buatan Sinovac dan Sinopharm.

Sebelumnya, diinformasikan bahwa produsen Sinopharm mengklaim vaksin buatannya 79,34 persen efektif mencegah COVID-19.

Sementara vaksin Corona Sinovac menunjukkan hasil efektivitas yang berbeda-beda. Misalnya, di Brasil 50,4 persen, sedangkan di Indonesia mencapai 65,3 persen.

Simak juga video 'Menanti Hasil Penyelidikan WHO soal Asal-usul Corona di Wuhan':

[Gambas:Video 20detik]



(ryh/kna)