Kamis, 04 Feb 2021 13:00 WIB

Guru Besar FKUI Desak Prioritaskan Nakes Lansia Dapat Vaksin COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi COVID-19 di Surabaya. Ada 4 ribu lebih nakes yang disuntik vaksin COVID-19. Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Jakarta -

Tidak seperti banyak negara lain yang melakukan vaksinasi COVID-19, Indonesia tidak memprioritaskan kelompok lansia sebagai penerima pertama vaksin Corona padahal kelompok ini termasuk yang rentan terinfeksi COVID-19.

Kelompok prioritas penerima vaksin di Indonesia yakni tenaga kesehatan. Namun tak semua nakes bisa terima vaksin, termasuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

Melihat persoalan ini, Prof dr Abdul Muthalib, SpPD-KHOM, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, meminta Kementerian Kesehatan untuk memprioritaskan nakes di atas 60 tahun untuk divaksin COVID-19.

"Mohon nakes yang masih bekerja meskipun umurnya 60 tahun ke atas diprioritaskan setelah nakes yang masih muda," kata Prof Muthalib di sela-sela agenda Webinar World Cancer Day 2021 Vaksin COVID-19 dan Kanker, Kamis (4/2/2021).

Menanggapi, juru bicara vaksinasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmidzi mengatakan usia di atas 60 tahun diperkirakan akan menjadi kelompok penerima vaksin ketiga setelah petugas pelayanan publik.

"Tetapi tentunya kami masih menunggu kajian dari Badan POM terkait aspek keamanan untuk bisa mendapatkan, misalnya apakah untuk saat ini kita menggunakan vaksin Sinovac apakah bisa diberikan secara aman di atas usia 60 tahun," ujarnya.

Saat ini Indonesia tengah menunggu kedatangan vaksin Corona yang dikembangkan AstraZeneca. Vaksin ini dinilai aman diberikan pada mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Syarat penerima vaksin COVID-19 dari segi usia masih jadi pertimbangan dan bahan kajian. Kemenkes mengatakan menunggu masukan dari organisasi profesi tak hanya terkait usia, tetapi komorbid yang menyertai.

"Kami menunggu dari Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Dalam, ahli imunologi untuk memberikan masukan terkait di atas usia 60 thn dengan beberapa komorbid," pungkas dr Nadia.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)