Minggu, 07 Feb 2021 16:42 WIB

BPOM: Uji Klinis pada Lansia, Imunogenesitas Vaksin Sinovac 97,96 Persen

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sebanyak 3000 tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi masal di gedung Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Kamis (28/1/2021). Vaksinasi masal tersebut diselenggarakan oleh RSUD dr. Sardjito Yogyakarta. Ini merupakan tahap pertama vaksinasi masal khusus bagi tenaga kesehatan di D. I. Yogyakarta. Vaksinasi COVID-19 (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac untuk lansia. Hasil uji klinis di China menunjukkan imunogenesitas 97,96 persen.

"Setelah 28 hari pemberian dosis kedua, titer antibodi masih tinggi di 97,96 persen," jelas Kepala BPOM Penny K Lukito, Minggu (7/2/2021).

Uji klinis fase 1 dan 2 dilakukan China dengan subjek lansia sekitar 400 orang, diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 28 hari. Sisi keamanan dapat ditoleransi, tidak ditemukan efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan.

Sedangkan uji klinis fase 3 di Brasil melibatkan 600 subjek lansia usia 60 tahun ke atas menunjukkan vaksin aman, tidak ada efek samping serius derajat ketiga yang dilaporkan.

"Efek samping yang umumnya terjadi adalah ringan, yakni nyeri pada tempat suntikan, mual, demam, bengkak, kemerahan pada kulit, dan sakit kepala," papar Penny.

Mengingat lansia termasuk kelompok yang rentan terhadap kondisi komorbid, Penny menekankan bahwa screening sebelum vaksinasi menjadi sangat penting dilakukan.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)