Senin, 08 Feb 2021 13:23 WIB

Ridho Rhoma 2 Kali Kena Kasus Narkoba, Ini Pemicu Kambuh Usai Rehabilitasi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ridho Rhoma saat ditemui di kawasan Ciputat. Foto: Palevi S/detikFoto
Jakarta -

Pedangdut Ridho Rhoma kembali terjerat kasus narkoba. Ia ditangkap polisi pada Kamis (4/2/2021), dengan barang bukti ekstasi. Dalam pengakuannya, ia meminta maaf karena tidak bisa melawan ketergantungannya terhadap narkotika.

"Saya ingin menyampaikan saya memohon maaf atas kegagalan saya tidak berusaha melawan adiksi saya," kata Ridho Rhoma kepada wartawan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/2/2021).

Sebelumnya, Ridho juga pernah terjerat kasus narkoba pada 25 Maret 2017. Ia divonis hukuman penjara 10 bulan dan rehabilitasi di RSKO (Rumah Sakit Ketergantungan Obat) Cibubur selama 6 bulan 10 hari.

Dikutip dari Addiction Center ada hal yang menjadi pemicu kekambuhan. Banyak mantan pecandu yang sering kembali ke lingkungan tempat mereka pernah menggunakan narkoba.

Selain itu, pikiran, perasaan, situasi, baru, bahkan lagu juga bisa kembali mengingatkan seseorang untuk menggunakan narkoba lagi.

Adapun beberapa faktor yang bisa mempengaruhi mantan pecandu untuk kembali mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu. Berikut 5 faktor penyebabnya yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dr Diah Setia Utami, SpKJ.

1. Jenis zat

Jenis zat narkotika juga bisa meningkatkan risiko kambuhnya mantan pecandu. Ada dua jenis yang paling disalahgunakan, yaitu jenis opioid dan ATS (amphetamin dan stimulan).

"Opioid itu heroin atau morfin. Sementara ATS yang paling sering digunakan adalah ganja atau sabu," tutur dr Diah yang pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) pada detikcom, beberapa waktu lalu.

2. Komplikasi medis

Mantan pecandu yang memiliki gangguan kesehatan, terutama kejiwaan juga rentan kambuh. Gangguan jiwa ini bisa menyebabkan kerusakan otak karena faktor genetik dan bawaan yang sudah diidap sebelum menggunakan narkoba.

"Misalnya sebelum pakai narkoba pasien sudah dari awalnya sangat depresi, atau ternyata pasien mengidap bipolar. Ketika fase manik ingatnya narkoba, ketika depresi apalagi yang diingat narkoba. Tentunya kemungkinan untuk kambuh lebih besar," tuturnya.

3. Tingkat penggunaan

Tingkatan pengguna narkoba dibagi atas tiga klasifikasi, yaitu experimental user, recreational user, dan addict user. Jika pengguna direhabilitasi tidak tepat pada sasarannya, itu bisa mendorongnya untuk kambuh lagi.

Untuk itu, dr Diah menyarankan untuk melakukan rehabilitasi sesuai dengan tingkatan penggunaan narkoba orang tersebut.

"Nah kalau dia sudah addict tapi diberikan pengobatan layaknya experimental user, tentu tidak tepat. Kemungkinan untuk kambuhnya juga lebih besar karena proses rehabilitasinya tidak sesuai," jelasnya.

4. Kurang dukungan keluarga

Kurangnya dukungan keluarga juga sangat bisa membuat mantan pecandu narkoba kambuh lagi. Menurut dr Diah, keluarga harus tau apa itu kecanduan atau adiksi dan bisa menerima mantan pecandu tersebut.

"Tapi kalau keluarga nggak dukung, sedikit-sedikit dituduh maling kalau ada barang hilang, sering curiga, ya pecandu akan merasa tidak dihargai dan tak betah di rumah. Ujung-ujungnya kembali bergaul dengan teman-teman lama dan kembali menjadi pengguna narkoba," kata dr Diah.

5. Faktor sosial lain

Faktor lainnya juga bisa berpengaruh dari lingkungan masyarakat. Jika mereka sering menerima stigma negatif dari lingkungan seperti sulit mendapatkan pekerjaan, bisa membuat mereka kambuh lagi.

"Ya kalau nggak dapat kerja dia nganggur. Ketika menganggur, banyak waktu luang, otak jadinya lebih mudah mengingat sensasi-sensasi menyenangkan yang membuatnya merindukan kembali penggunaan zat-zat narkotika," ujar dr Diah.



Simak Video "Peran dan Pengaruh Keluarga Bagi Si Pecandu Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)