Senin, 08 Feb 2021 14:55 WIB

Bloomberg Prediksi Corona RI Baru Beres 10 Tahun Lagi, Ini Kata Pakar IDI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kemenkes mencatat 132.004 orang tenaga kesehatan di Indonesia sudah disuntik virus Corona. Angka itu adalah 22 persen dari total 598.483 Nakes yang akan divaksin. Pandemi Corona di Indonesia diprediksi selesai 10 tahun lagi. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Belakangan heboh prediksi pandemi Corona di Indonesia baru akan selesai 10 tahun ke depan. Prediksi ini berasal dari perhitungan Bloomberg terkait laju vaksinasi setiap negara.

Berdasarkan perhitungan tersebut, rata-rata vaksinasi COVID-19 di Indonesia hanya 64.187 dosis per hari. Apabila cakupan vaksinasi tidak segera ditingkatkan, maka butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk herd immunity dapat terbentuk di masyarakat Indonesia.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban ikut menanggapi hal ini. Menurutnya, hingga kini tak ada satupun penyakit virus yang hilang di dunia meski sudah ada vaksinnya, kecuali variola.

"Influenza itu juga virus yang bikin demam, panas tinggi, dan laporan kematian banyak banget. Itu sudah berpuluh-puluh tahun sudah ketemu vaksinnya, namun setiap tahun masih menyebabkan kematian di Amerika puluhan ribu walaupun sudah vaksinasi setiap tahun," bebernya dalam webinar online Senin (8/2/2021).

"Nah artinya fair dong, Amerika aja sampai sekarang gak bisa ngatasin influenza, yang kedua apalagi mengenai HIV-AIDS, 40 tahun juga masih belum bisa," jelasnya.

Menepis perhitungan Bloomberg terkait cakupan vaksinasi COVID-19 per tahunnya, Prof Zubaeri cukup yakin vaksinasi COVID-19 di Indonesia tak kalah dengan negara lain. Termasuk India, Bangladesh, hingga Amerika Serikat.

"Kalau lihat data di lapangan saya cukup optimis bahwa kita bisa bersaing dengan banyak negara mengenai kecepatan vaksinasi baik, dan kita lhat juga concern dari pemerintah dan juga presiden mengenai vaksinasi ini cukup jelas dan kemudian saya," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pandemi COVID-19 diperkirakan hilang dan menjadi endemik. Artinya, bisa muncul di beberapa wilayah dan hilang di beberapa tempat.

"Namun kalau targetnya pandemi hilang menjadi endemik, di sini ada di tempat lain nggak ada, sesekali muncul di beberapa tempat skenarionya yang paling mungkin ke arah sana," pungkasnya.



Simak Video "Fokus Pemerintah: Tekan Angka Kematian dan Kasus Covid-19 di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)