Selasa, 09 Feb 2021 10:22 WIB

Diidap Ustadz Maaher Sebelum Meninggal, Bagaimana Cara TB Usus Menular?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ustadz Maaher / Ustaz Maaher /  Ustaz Maheer Soni Ernata atau Ustadz Maaher meninggal dunia. (Foto: Ustadz Maaher)
Jakarta -

Soni Ernata atau akrab dipanggil Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia pada Senin (8/2/2021) pukul 19.45 WIB. Sebelum wafat, Ustadz Maaher dikabarkan sempat mengidap sakit TB usus.

Hal ini diungkapkan oleh sang istri, Iqlima Ayu, beberapa waktu lalu. Ayu menyebut suaminya sempat berobat karena infeksi TB usus.

TB atau tuberkulosis merupakan penyakit yang umum terjadi di paru-paru. Namun, bakteri tersebut juga bisa menginfeksi organ lain, termasuk usus. Kondisi ini disebut sebagai TB esktra paru (extra pulmonary TB).

"TB ekstra paru itu istilahnya bisa terjadi dari ujung rambut sampai ujung kaki kejadiannya. Misalnya, bisa ke otak (meningitis TB), mata (TB mata), kulit (TB kulit)," kata Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Selasa (9/2/2021).

"Kemudian di kelenjar getah bening itu juga bisa, kemudian bisa di liver, bisa di ginjal, dan bisa mengenai usus," lanjutnya.

Apakah TB usus bisa menular?

Menurut Prof Ari penyakit ini tetap berpotensi menular seperti halnya TB paru-paru, yaitu lewat droplet atau percikan saat batuk dan bersin.

"Kumannya tetap melalui droplet. Jadi reseptor pertama kuman itu adanya di paru-paru. Masuk ke paru nanti baru dia yang kita bilang sistemik itu (menginfeksi organ lain)," jelas Prof Ari.

"Jadi tetap lewat droplet," tegasnya.

Prof Ari menjelaskan pada prinsipnya bakteri penyebab TB menyebar ke organ lain dari paru-paru lewat darah dan kelenjar getah bening. Artinya TB usus tidak bisa bisa menular langsung ke orang lain lewat paparan darah atau cairan tubuh dalam pasien tersebut.

"Nggak bisa dia langsung nularin TB-nya itu, dia musti lewat jalur paru-paru dulu," ujarnya.

"Lewat droplet, tapi dia menularnya lagi ke dalam tubuh melalui darah dan limfatik itu," tuturnya.



Simak Video "Cara Bedakan Penyakit TBC dengan Virus Corona dari Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)