Selasa, 09 Feb 2021 14:46 WIB

Menkes Wanti-wanti Jokowi Kasus COVID-19 Akan Naik, Tapi Tak Perlu Panik

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Wamenkes Dante Saksono Harbuwono memimpin rapat koordinasi pimpinan di Kemenkes RI. Foto: Sehat Negeriku
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus infeksi virus Corona masih akan terus naik. Hal ini lantaran pihak Kemenkes tengah menggencarkan 3T (Testing, Tracing, Treatment) untuk menekan laju penularan COVID-19.

Menkes menyebut telah mengingatkan Presiden Joko Widodo akan adanya kenaikan kasus, namun tidak perlu panik.

"Saya juga sudah ingatkan ke Bapak Presiden, ini strategi di India, ya akan terjadi nanti jumlah kasus akan naik karena akan lebih banyak yang terlihat. Saya bilang ke Presiden, bapak ibu (DPR RI) tidak usah panik," katanya dalam rapat bersama komisi IX DPR RI, Selasa (9/2/2021).

Lebih baik kita lihat realnya seperti apa sehingga strategi kita benar daripada yang kita lihat sedikit, kita senang, padahal kenyataan nya jauh lebih banyak sehingga langkah kita salah," lanjutnya.

Atas masukan dari sejumlah epidemiologi, Menkes mengatakan pihaknya akan meningkatkan jumlah testing untuk mempercepat identifikasi seberapa luas penularan virus Corona di masyarakat.

Ke depannya, testing dilakukan ke 15-30 kontak erat per kasus aktif yang dikejar dalam waktu 72 jam. Untuk kebutuhan tracing, alat diagnosa yang dipakai adalah swab antigen sebab bisa mengidentifikasi dalam waktu cepat.

Menkes menyebut WHO juga sudah menyetujui penggunaan swab antigen untuk diagnosa kasus positif.

"Yang dipakai deteksi adalah swab antigen. Swab antigen bagusnya cepat dan bisa langsung di titiknya. Kalau positif swab antigen, langsung masuk kasus positif," ujar Menkes.



Simak Video "Yang Dirasakan Menkes Budi Sebulan Tangani Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)