Rabu, 10 Feb 2021 07:45 WIB

5 Fakta Penting Soal D-dimer, Indikator Bekuan Darah pada COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Close up of microbiologist hand with surgical gloves holding a positive blood test result for coronavirus. Test tubes rack with blood sample for covid-19 virus, on white background with copy space. Mengenal D-dimer pada pasien COVID-19 (Foto: iStock)

4. Bagaimana mengatasi 'pengentalan' darah?

Untuk mengatasi kondisi tersebut, dibutuhkan pengencer darah yang memang khusus. Antikoagulan inilah yang akan berfungsi untuk melarutkan bekuan-bekuan darah yang berbahaya akibat peradangan infeksi SARS-CoV-2 atau pada pasien COVID-19.

"Yang jelas penggumpalan dan pembekuan darah pada kasus covid19 memang dapat mengakibatkan venous thromboembolism dan pulmonary embolism yang fatal, dan obatnya jelas bukan dengan minum air yang banyak," tegas dr Vito.

5. Apa saja faktor penyebabnya bekuan darah?

Selain banyak terjadi pada pasien COVID-19, gangguan pembekuan darah juga ditemukan pada berbagai kondisi lain. Faktor pemicunya antara lain:

- Terlalu banyak rebahan

Terlalu banyak tiduran atau rebahan ternyata bisa menyebabkan pembekuan darah semakin tinggi, bahkan meski tidak terinfeksi COVID-19.

- Obesitas

Obesitas ini bisa menyebabkan peradangan kronik terjadi terus-menerus, sehingga meningkatkan pembekuan darah. dr Vito menjelaskan, sebenarnya orang yang mengalami obesitas itu sudah dalam keadaan inflamasi kronik yang disebabkan sel-sel lemak yang ada di dalam tubuhnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Penjelasan Dokter soal Trombosis Covid-19 Picu Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]

(sao/up)