ADVERTISEMENT

Rabu, 10 Feb 2021 11:01 WIB

Kebut Tracing COVID-19, Kemenkes Gunakan Rapid Test Antigen untuk Diagnosis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Rapid test antigen (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Pemerintah tengah menggencarkan penelusuran kasus COVID-19 untuk memutus rantai penularan infeksi. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan ke depannya, penelusuran kontak erat kasus konfirmasi positif akan menggunakan rapid test antigen.

"Rapid tes antigen ini digunakan untuk kepentingan epidemiologi, jadi untuk diagnosis. Jangan sampai kemudian antigen ini digunakan untuk perjalanan jadi harus dipastikan pemeriksaan antigen ini digunakan untuk epidemiologi," kata dr Nadia dalam konferensi pers Kemenkes, Rabu (10/2/2021).

Penelusuran kontak dengan swab antigen disebut akan lebih banyak menjaring kasus konfirmasi, terutama mereka yang positif tanpa gejala. Jika sebelumnya pencarian kontak erat hanya berkisar 5-10 orang, dengan swab antigen diharapkan penelusuran kontak akan lebih luas dengan sasaran 20-30 orang.

"Kalau positif dalam pemeriksaan rapid antigen, hasilnya sama dengan RT PCR dan akan dilaporkan sebagai kasus positif," sebutnya.

Apabila dalam pemeriksaan kontak dengan rapid antigen mendapat hasil negatif, tetap harus dilakukan pengulangan dengan RT PCR. Bagi daerah yang sulit akses pemeriksaan RT PCR, maka konfirmasi ulang bisa dilakukan dengan rapid antigen dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

"Dengan penggunaan rapid antigen maka tes bisa kita lakukan secara masif dan akan mempercepat tracing. Kalau tracing bisa optimal maka kita bisa memutuskan rantai penularan dgn isolasi," pungkasnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT